Tribratanews Polresta Kediri – Sat Binmas Polresta Kediri menggelar pelatihan Bhabinkamtibmas dengan materi strategi penanganan konflik dengan pendekatan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan, Selasa (8/8).

 

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari hasil pelatihan TOT (training of trainer) yang diselenggarakan oleh Pusham (Pusat Studi Hak Asasi Manusia)  wilayah Jatim di Hotel Sahid dengan sasaran seluruh Kasat Binmas jajaran Polda Jatim pada  4 – 5 agustus 2017 lalu.

 

Pelatihan dibuka langsung oleh Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H  dan diikuti oleh 106 Bhabinkamtibmas dan para Kanit Binmas jajaran Polresta Kediri.

 

Dalam sambutannya Kapolresta Kediri menyampaikan pentingnya peran Bhabinkamtibmas mengikuti pelatihan ini sebagai bentuk dari implementasi fungsi deteksi dan fungsi Bhabinkamtibmas sebagai basis solusi.

 

Kapolresta Kediri mengharapkan  seluruh anggota Bhabinkamtibmas serius dalam pelatihan mengingat pentingnya  materi dalam pelaksanaan tugas.

 

Lebih lanjut Kapolres berpesan agar Babinkamtibmas benar-benar melaksanakan tugas fungsi dan perannya terutama sebagai basis deteksi dan basis solusi

 

“Mengingat kondisi masyarakat saat ini sangat rentan terhadap isu-isu yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Bhabinkamtibmas harus dapat menjadi penggerak revolusi mental di ruang publik.  Melalui Trisakti Presiden Republik Indonesia Bhabinkamtibmas harus menjadi pelopor,” tegas AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H.

 

 

Masih menurut AKBP Anthon dalam berdaulat dibidang politik, Bhabinkamtibmas harus  berada setiap saat di tengah warga binaannya sebagai simbol negara hadir di tengah masyarakat.

 

 

Demikian juga dalam bidang kemandirian ekonomi,  Bhabinkamtibmas harus mampu mendorong masyarakat untuk berdikari dan melakukan inovasi sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman.

 

 

Sedangkan untuk kepribadian dalam kebudayaan,  bhabinkamtibmas harus mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong ditengah-tengah warga desa binaannya untuk menghadapi segala bentuk kesulitan serta menumbuhkan sikap saling menghormati

 

 

Kapolres Kediri juga berpesan bahwa saat ini negara Indonesia sangat rentan terhadap isu isu yang memanfaatkan agama, agar Bhabinkamtibmas tetap waspada dalam menjalankan tugasnya serta memperdayakan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan secara swakarsa.

 

 

“Hal ini sebagai bentuk dari implementasi program promoter Kapolri membangun daya cegah dan daya tangkal warga terhadap radikalisme, terorisme, separatisme dan ideologi anti Pancasila.                    Selain itu bhabinkamtibmas harus dapat membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas ,” tambahnya.

 

 

Selain arahan langsung dari Kapolresta Kediri, Bhabinkamtibmas juga mengikuti kegiatan strategi penanganan konflik dengan pendekatan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan yang disajikan oleh Kasat Binmas AKP Kus Sumardi, S.H, M.H  dengan serius dan semangat  . Selain memberikan materi secara langsung kegiatan tersebut juga diselingi dengan game-game yang merupakan gambaran di lapangan sebab-sebab terjadinya konflik maupun cara-cara penyelesaian konflik di tengah masyarakat

 

 

“Misalnya game tentang komunikasi yang menggambarkan putusnya komunikasi atau tidak lengkapnya informasi dapat menyebabkan terjadinya kesalahpahaman bahkan dapat meruncing menjadi konflik sosial. Sehingga peran Bhabinkamtibmas benar-benar diuji dalam contoh permainan ini ,”tegas AKP Kus Sumardi

 

Game ini  menurut AKP Kus Sumardi juga  menggambarkan tentang konflik perebutan kekuasaan ataupun perebutan kekayaan atau sumber daya .Selain itu game ini juga menggambarkan konflik dapat timbul adanya pimpinan yang berkhianat terhadap kelompoknya maupun kelompok-kelompok yang  mengingkari perjanjian yang telah disepakati. (res|aro)

LEAVE A REPLY