Tersangka Penggelapan Motor Diamankan Polisi di Hotel

Surabaya – Nekat menggelapkan motor temannya sendiri, membuat Mochamad Riky, 22, warga Desa Pengantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura dan Mochamad Fauzan, 18, warga Omben, Sampang Madura ini harus berurusan dengan polisi. 

Dua pemuda yang juga tinggal di Gudang Rak Piring Jalan Tanjungsari, Surabaya itu mengelabuhi korbannya MJ, 17, warga Jalan Simorejo. Tersangka awalnya minta diantar ke suatu tempat kemudian membawa kabur motor Honda Vario 125 milik korban. 

Awalnya sebelum kejadian,  korban bersama saksi AA, 16, pergi ke Jalan Simorejo untuk menemui teman perempuannya berinisial E. Setibanya di depan gapura, korban dan saksi bertemu dengan kedua tersangka. Lalu kedua tersangka meminta korban agar diantarkan ke rumah temannya di Jalan Tambak Pring, Surabaya.

Setelah selesai mengantarkan kedua tersangka, korban pun kembali lagi menemui temannya di Jalan Simorejo. Untuk kedua kalinya, kedua tersangka meminta diantarkan lagi. Namun kali ini ke Jalan Margomulyo dengan alasan yang sama. 

Setelah itu, dengan berboncengan empat korban, saksi, dan kedua tersangka menuju ke rumah teman kedua tersangka  di dekat sebuah gereja di Kawasan Margomulyo. Sesampainya di rumah teman kedua tersangka, saksi AA diturunkan. Kini tersangka Riky yang mengendarai sepeda motor sedangkan korban dibonceng.

“Pada saat itu tersangka Riky beralasan mencari temannya di kawasan Jalan Kupang Jaya Gang VIII,” kata  Kapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabay, Kompol Budi Nurtjahjo, kemarin (15/4/2020).

Sesampainya di lokasi tersebut korban diminta turun dan disuruh memanggil teman tersangka dari depan pagar rumah. Saat korban turun, tiba-tiba tersangka Riky kabur membawa motor tersebut. “Tersangka langsung membawa kabur motor korban,” ujarnya.

Korban berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Polsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya. Setelah laporan itu masuk, keesokan harinya petugas berhasil meringkus para tersangka di sebuah hotel di Jalan Peneleh Surabaya.  “Akhirnya dua tersangka Riky dan Fauzan kami keler ke Mako Sukomanunggal. Namun motor korban sudah tidak ada, karena telah dijual oleh keduanya,” ungkap Budi. 

Ketika dalam penyidikan di mako, tersangka Riky mengaku hanya disuruh oleh tersangka Fauzan untuk mengelabuhi korbannya. Agar motor korban bisa dibawa kabur, sedangkan Fauzan bertugas menjual motor hasil penggelapan itu. 

Budi menambahkan, dari pengakuan tersangka Fauzan, sebelumnya dia pernah melakukan aksi yang sama dan ditahan oleh petugas di Mapolsek Asemrowo. “Dari tangan tersangka kami temukan barang bukti uang tunai Rp 272 ribu sisa hasil penjualan motor korban. Untuk dijual berapa masih kami dalami,” tandasnya. 

Kini kedua tersangka mendekam di Mapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Selain itu keduanya juga dikenakan pasal 378 jo Pasal 372 KUHP tentang penipuan.

Baca juga: Berita Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: Radarsurabaya.jawapos.com

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *