“Beribu pengarahan akan kalah dengan satu ketau ladanan”. Prinsip inilah yang dipegang teguh Irjen Pol. Drs. Umar Septono SH, MH, Jenderal Bintang Dua yang beberapa waktu lalu jadi sorotan publik lantaran sikap arif dan bijaknya saat menyikapi peristiwa ditabraknya mobil dinas sang jenderal oleh pengendara lain.

Kali ini, sang jenderal pun kem bali jadi perbincangan publik. Saat memimpin apel gabungan seluruh Satker di Baharkam Polri yang digelar setiap hari Rabu, Kepala Korps Samapta Bhayangkara (Kakorsabhara) Ba harkam Polri ini mengajak seorang petugas cleaning service ikut apel dan berdiri sejajar di sampingnya. Salut…

Mari kita bersama-sama mencoba saling menghargai. Yang masih ngeluh-ngeluh, yang masih protes-protes, memfitnah kawan, menjelek-jelekan pimpinan dan sebagainya, tolong bercermin dari seperti ini,” ajak Irjen Pol. Umar Septono kepada peserta apel.

Petugas cleaning service tersebut adalah pegawai harian lepas yang bekerja di Baharkam Polri. Ia bernama Untung. Mengalami cacat fisik pada kaki. ”Beliau sudah 14 tahun di sini, tidak digaji oleh negara, tapi dia yakin Tuhan akan memberikan rezeki. Anak dua, istri, tinggal di Tegal. Beliau hanya (mendapat dari-red.) belas kasihan mereka-mereka yang punya ruang yang dibersihkan dan pernah satu bulan hanya 800 ribu rupiah,” ungkap Irjen Pol. Umar Septono.

Kita di Mata Tuhan
Membawa “cermin” seperti ini bukan kali pertama dilakukan Irjen Umar Septono. Kita mungkin masih ingat, kisah tukang sapu yang berdiri berdampingan dengan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sempat menghebohkan dunia maya pertengahan 2015 lalu.

Sang Kapolda tak lain adalah Irjen Umar Septono sendiri, yang saat itu masih berpangkat jenderal bintang satu. “Saya ingin menunjukkan bahwa sebenarnya manusia itu sama di Mata Tuhan. Kita semua punya tugas dan kewajiban. Tanpa memegang nilai-nilai kebenaran, kita tidak ada artinya di Mata Tuhan,” jelasnya saat itu.
Lantaran kejadian itu, akhirnya media dan masyarakat ramai-ramai memujinya. Ada yang menyebutnya, “Kapolda yang baik”, “Kapolda rendah hati” dan lain sebagainya.

Calon Kapolda Sulsel
Namun Tak lama lagi, Irjen Pol. Umar Septono akan meninggalkan jabatannya di Baharkam Polri. Karena berdasarkan Surat Telegram Kapolri No. ST/2750/XI/2017 yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Drs Arief Sulistyanto MSi, pada 16 November 2017 lalu, Irjen Umar akan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) menggantikan Irjen Pol. Drs. Muktiono, SH, MH.

Keputusan itu tentu saja membuat rekan kerja dan anak buahnya di Baharkam Polri merasa bangga, senang, namun sedih. Bangga dan senang karena sang panutan kini di percaya mengemban jabatan yang lebih prestisius, dan sedih karena akan segera berpisah dengan sosok yang selalu menjadi teladan bagi seluruh personel, yang terkenal sebagai pribadi humanis, tanpa pamrih dan tebang pilih dalam menberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Irjen Umar juga dikenal sebagai sosok polisi yang lebih mengedepankan fungsi preemtif, dan preventif dengan langsung turun ke lapangan, cek langsung. Bila fungsi preemtif dan preventif dinilai gagal, baru kemudian dilaksanakan fungsi penegakan hukum sesuai dengan prosedur yang ada.

“Beliau lah penggelora semangat ‘mencegah tindak pidana pasti akan menghemat anggaran negara’. Bila konsep cegah tindak pidana dilaksanakan oleh seluruh pimpinan kewilayahan, maka Kamtibmas akan kondisif, dan pasti bila jaminan keamanan baik, investor akan masuk dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” kata Koordinator Sekretaris Pribadi (Korspri) Kabaharkam Polri AKP Bambang Askar Sodiq, SH.
BAS TBN – JAKARTA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here