Foto: Akbp Indra mardiana dan Kompol Harris bersama anggota nya menunjukkan Barang bukti makanan ringan hasil olahan mie Afalan dan jajanan lain nya.
______________________________
Sidoarjo,PROMOTER.NEWS_Setelah baru beberapa hari yang lalu menggrebek 4 home industri Garam konsumsi di wilayah kec.wonoayu , berikutnya sembilan tempat produksi makanan ringan jajanan olahan yang tanpa izin edar dan uji Laboratorium ,tidak menerapkan cara pengolahan pangan dan tidak memenuhi persyaratan sanitasi diperdagangkan ,digrebek satgas pangan satreskrim polres sidoarjo.
Dalam pengerebekan kali ini sembilan pelaku diamankan yakni YN, JN, MS, MU, NA, MU, AY dan B yang sama-sama ber alamatkan di Desa Dukuh Sari kec.Jabon sedangkan  untuk AA dusun Kandangan timur desa Kandangan kec. Krembung kab.Sidorjo .
Semua usaha produksi alamat nya satu kampung diDesa dukuh sari kec.jabon digrebek setelah anggota streskrim mendapat informasi dari masyarakat bahwa makanan ringan jajanan Cireng, sempol, Mie Love Basgor, Bakso kribo, Dora yoki, Siomay, Bakso tahu dan tempura tidak memiliki izin edar dan uji lab .
Para pelaku usaha yang diamankan merupakan pemilik dan orang kepercayaan dari UD Lala Food, UD Ceria, UD Sari rasa, UD BI, UD HM 25  kemudian dibawa kemapolresta sidoarjo bersama barang bukti 1 sak bahan Pengenyal,  4 sak Nugget ngejos, Kentucky, bergedel ayam siap edar, tepung trigu dan tapioka serta 8 Unit Sler dan beberapa Buku Nota penjualan.
Sedangkan Dari tersangka AA yang bersal dari Desa kandanggan kec.Krembung dengan Nama Usaha “IRT AFANDI JAYA” yang beromset sekitar Rp.240.000.000 per tahun dengn 20 orang karyawan nya sudah 4,6 tahun memproduksi makanan ringan atau snack Merek “MICKEY MOUE” yang dipasarkan di luar kota sidoarjo antara lain Mojokerto, Jombang, Tuban dan luar provinsi seperti jawa tengah.‎
Wakapolresta sidoarjo Akbp Indra mardiana  menjelaskan, pembuatan snack dengan menggunakan Mie Instan afalan (mie limbah) dengan ditaburi Bumbu perasa dan dikemas dijual seharga Rp.300 rupiah s/d Rp.500 rupiah per Bungkus,
Bahan baku Mie Instan afalan itu dibeli dari perusahaan produksi mie instan yang ada disurabaya.”Pelaku menggunakan bahan baku Mie afalan, yang seharus nya mie afalan tersebut dijadikan Makanan Ternak namun di olah menjadi makanan ringan snack ” terang Akbp Indra Mardiana. Saat press realese dihalaman Streskrim  Senin (22/5/2017) .
Dari tersangka AA polisi menyita barang bukti berupa mesin molen untuk mencampur bumbu, Mesin press, 26 ball Mie afalan, 6 ball Mie afalan berbumbu, puluhan gebok snack Mie merek Mickey Mouse siap edar, serta barang bukti lain nya .
Atas perbuatan nya para pelaku dijerat dengan Pasal 134 jo Pasal 64 ayat (1) , pasal 135 Jo Pasal 71 ayat (2) UU No.18 tahun 2012 tentang pangan, dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) Huruf E UU No.8 tahun 1999 tentang Perlindungn Konsumen dengn ancaman hukuman Paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 4 miliyard. [adr]

LEAVE A REPLY