rapat-koordinasi-dalam-rangka-persiapan-psbb/

Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya pada hari minggu tanggal 26 April 2020 pukul 20.30 Wib di Lt.2 Kantor Kec.Sawahan Jl. Dukuh Kupang Timur, Kel.Pakis, Kec.Sawahan Surabaya telah berlangsung Kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya dengan jumlah undangan sekitar 40 ( Empat Puluh ) orang, sebagai Penyelenggara Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPBL) Kec.Sawahan.

Hadir dalam Kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kantor Kec.Sawahan adalah sbb :

1. Camat Sawahan Yunus, S. STP
2. Kapolsek Sawahan AKP WISNU S KUNCORO, S.I.K
3. Danramil Sawahan MAYOR ARH IWAN PANCA.
4. Para Pengurus NU Kec.Sawahan.
5. Para Pengurus Muhammadiyah Sawahan
6. Para Lurah Se Kec.Sawahan

Rangkaian acara Kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya Untuk Wil.Kec.Sawahan adalah sbb :

1. Pukul 20.30 Wib, Jajaran Muspika Kec.Sawahan memasuki Ruang Rapat di Lantai 2 Kantor Kec.Sawahan Jl.Dukuh Kupang Timur Surabaya.
2. Pukul 20.40 Wib, Camat Sawahan, Bapak Yunus S, STP Hendro menyampaikan bahwa tujuan rakor ini adalah untuk memastikan dan menajamkan perencanaan PSBB di Kota Surabaya mulai tanggal 28 April s/d 11 Mei 2020. Dimana PSBB ini sudah pasti akan dilaksanakan berdasarkan Pergub dan Perwali. Ketentuan PSBB yang berlaku antara lain:
1.Naik Kendaraan dibatasi
2.Ibadah dilaksanakan di rumah
3.Warung makan, cafe boleh buka tp tidak boleh nongkrong, harus dibawa Pulang.
4.Pasar diatur harus ada jarak antara penjual satu dan lainnya serta pembeli dan penjual wajib memakai masker, sehingga kejadian pasar PPI tidak terulang
5.Ojek Online boleh beroperasi, namun Pengemudi harus memakai masker dan sarung tangan.
6.Kecuali 10 tempat kerja yg berhubungan dengan klinik, apotik, Kesehatan
5.untuk mobil jumlah penumpang harus berkurang 50 persen.

2. Pukul 21.10 Wib, KAPOLSEK SAWAHAN AKP WISNU S KUNCORO, S.I.K menyampaikan bahwa :
– PSBB ini berdasarkam Pergub No. 18 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB di Propinsi Jawa Timur dan ditindaknlanjuti dengan Peraturan Walikota No. 16 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB di Kota Surabaya.
– Sosialisasi PSBB dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 25 April s/d 27 April 2020 sebagai unsur pelaksana yaitu TNI, Polri, Satpol, Linmas, Camat dan Lurah.
– Sosialisasi terbagi dalam 7 (tujuh) bidang yaitu Pendidikan, Tempat Kerja, Keagamaan, Tempat Umum/ Fasum, Kegiatan Sosial Budaya, Transportasi Mobilitas Penduduk dan Perbatasan.
– Kegiatan yang diperbolehkan selama pelaksanaan PSBB Kota Surabaya :
a. Kegiatan pendidikan, pelatihan dan penelltian yang berkaitan
b. Kantor/instansi pemerintahan dan kantor perwakilan negara lain
c. BUMN dan BUMD yang ikut tangani Covid-19 dan Pemenuhan
Kebutuhan Pokok
d. Apotik, Rumah Sakit, Klinik dan Toko Alat Kesehatan
e. Pasar Rakyat, Warung Makan/warung kelontong, Toko Sembako,
Swalayan, Minimarket, Hypermarket, Depo Air Minum Isi Ulang dan Restoran Cepat Saji
f. LPG SPBU, Telkom, PLN, PDAM, Bank, Hotel, Provider, Pelayanan Internet
g. Pembangunan Provitnas
h. Jasa Laundry
i. Olahraga mandiri disekitar rumah
j. Ormas yang bergerak dalam penanganan bencana dan sosial
k. Mode Transportasi bermotor Pribadi, kendaraan pribadi, angkutan Penumpang dan barang dapat beroperasi jika penumpangnya dibatasi 50%, kapasitas kendaraan/ada jarak dan untuk kendaraan R2 Pribadi tidak boleh boncengan
l. Kendaraan Bermotor berbasis Aplikasi hanya untuk angkutan barang
-Kegiatan pembagian sembako jgn disatu tempat tapi mobile sehingga tidak menimbulkan kerumunan massa.
-Teknis Pelaksanaan jam malam masih dalam pembahasan di Pemkot Surabaya.

3. Pukul 21.40 Wib Danramil Sawahan MAYOR ARH IWAN PANCA menyampaikan bahwa :
-Kita harus tetap persuasif karena ini masyarakat kita
-Harus tetap melaksanakan psyal distance karena ada kabar pembagian 200.000 paket sembako dari pemkot surabaya.
-Kita Harus Juga waspada kepada wabah DB
-Semoga sosialisasi ini bisa sampai ke lapisan masyarakat bawah.

– Kewajiban Masyarakat Selama PSBB :
a. Cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir atau pembersih
tangan (hand sanitizer)
b. Menggunakan masker dan jaga Jarak minimal 1 meter
c. Melakukan isolasl mandiri bagi OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan)
dan Positif.

– Peraturan untuk Tempat Makan, Cafe atau Restoran selama PSBB :
a. Membatasi layanan untuk dibawa pulang secaralangsung (take away) melalui pemesanan secara daring dan/ atau dengan fasilitas telepon/ layanan antar
b. Tidak menyediakan meja dan kursi/ tempat duduk serta layanan jaringan area lokal nirkabel (Wifi)
c. Menjaga jarak (physical distancing) paling sedikit 1 (satu) meter antar pelanggan
d. Menerapkan prinsip higiene sanitasi pangan dalam proses penanganan pangan sesuai ketentuan
e. Menyediakan alat bantu seperti sarung tangan dan/ atau penjepit makanan untuk meminimalkan
kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan dan penyajian
f. Memastikan kecukupan proses pemanasan dalam pengolahan makanan sesuai standar
g. Melakukan pembersihan area kerja, fasilitas dan peralatan, khususnya yang memiliki
permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan
h. Menyediakan tempat cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir bagi pelanggan dan karyawan
i. Melarang bekerja karyawan yang sakit atau menunjukkan gejala suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare dan sesak nafas
i. Mengharuskan karyawan yang bertugas secara langsung dalam proses penyiapan makanan/ minuman menggunakan sarung tangan, masker, penutup kepala dan pakaian

– SOSIALISASI PSBB YAITU :
I. SOSIALISASI PERGERAKAN TRANSPORTASI DI PERBATASAN
II. SOSIALISASI DI TEMPAT USAHA MAKANAN DAN MINUMAN
III. SOSIALISASI DI PELAKU USAHA/KANTOR

– CARA BERTINDAK SOSIALISASI PSBB :
a. PASANG BANNER HIMBAUAN
b. HIMBAUAN REKAMAN DI TL
c. HIMBAUAN KE RT/RW
d. MEDSOS, TV, RADIO, MEDIA CETAK
e. HIMBAUAN DI WHATSAPP
f. SURAT EDARAN PEMKOT

– Tolak ukur keberhasilan PSBB adalah Kepatuhan Masyarakat, Penyebaran Covid 19 menurun dan Stimulan Ekonomi tidak terganggu sehingga selama berlakunya PSBB Selama 14 hari terjadi penurunan kasus covid 19 di surabaya. Kalo tidak akan diperpanjang masa PSBB.

4. Pukul 21.50 Wib, Sambutan dari pengurus MUI Kec.Sawahan, yg juga Anggota DPRD Jatim yg juga anggota komisi B, Menyatakan bahwa
-Diharapkan dalam melakukan sosialisasi bapak kapolsek camat dan danramil memperhatikan karantina sosial krn warga odp takut untuk mengakui
– Financial distancing akan terjadi jika dampak corona ini segera tidak diselesaikan.
-Berharap bapak kapolsek dan danramil sawahan untuk membantu memberi pengertian kepada warga masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi covid 19.

5. Pukul 22.05 Wib Tanya Jawab, tentang tata cara pemakaman jenazah positif covid 19, dan dijawab oleh camat sawahan bahwa tidak boleh sembarangan orang baik itu keluarga untuk membuka plastik atau peti jenazah positif covid 19.

6. Pukul 22.50 Dilaksanakan doa penutup sekaligus penutupan acara.

Pada pukul 23.00 Wib Kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Di Wil. Kec. Sawahan, telah selesai dilaksanakan, situasi dalam keadaan tertib dan terkendali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *