PSBB Tidak Menghambat Perekonomean

Surabaya – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Surabaya berlaku mulai hari ini (28/04/20) hingga tanggal 11 mei 2020 mendatang. PSBB yang diterapkan dilakukan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). 

Pemberlakuan PSBB di Surabaya ditujukan untuk memutus mata rantai penyebaran atau penularan Covid-19. Sebelum PSBB diberlakukan Polrestabes Surabaya bersama Pemkot dan TNI serta instansi terkait telah melakukan sosialisasi mulai dari tanggal 25 April hingga 27 April 2020 kemarin.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan bahwa PSBB ini diberlakukan mulai Selasa (28/04/20) pukul 00.00 (dini hari) di tiga titik jalan utama yaitu perbatasan Sidoarjo, Gresik dan Surabaya.

“Mulai hari ini hingga tiga hari kedepan kami masih akan berikan himbauan dan tegoran dan hari selanjutnya akan diberikan tegoran dan tindakan.” Jelas Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr Sandi Nugroho, S.I.K.S.H., M.Hum, Selasa (28/04/20).

Dari keterangan Irjen Pol Luki Hermawan mengakatan bahwa PSBB ini hanya pembatasan sosial dan akan memperbolehkan masuk pada pihak-pihak tertentu khususnya untuk memasuki wilayah Surabaya.

“Seperti pekerja yang memang dia bekerja di Surabaya, Ojol yang hendak mengantarkan pesanan, Ambulan, angkutan pembawa bahan pokok sembako dan orang-orang tertentu yang berkepentingan khusus dan memiliki izin dari perusahaannya.” Lanjut Irjen Pol Luki Hermawan

Menurutnya penerapan ini tidak akan mengganggu atau menghambat perekonomean, akan tetapi apabila ada orang-orang yang tidak jelas tujuannya, maka akan ditegur dan disuruh pulang.

“Kami tidak akan main main menangani Covid-19, dan akan melakukan tindakan tegas terhadap yang melanggar perturan ini sesuai pelanggar yang dilakukan.” Pungkas Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan. f**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *