Promoter.news | Aparat Satresnarkoba Polresta Barelang menyita narkotika jenis ganja seberat 26.227 gram. Tiga tersangka berhasil diamankan. Dua orang di antaranya adalah kakak adik. Yakni, Pop Riki Chaniago dan Aidil Putra.

Ungkap kasus bermula dari informasi yang terima polisi tentang adanya transaksi ganja di sebuah rumah liar (ruli) kawasan Tiban Lama, Kelurahan Tiban Lama, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Petugas kemudian mulai melakukan penyelidikan.

Pertama, polisi menangkap Pop Riki dan Aidil Putra.

Barang bukti yang diamankan berupa ganja kering seberat 6.227 gram. Tak berhenti sampai di situ. Petugas terus melakukan pengembangan.

Hasilnya, satu tersangka lagi bernama Amirudin Lubis berhasil diamankan.

Tersangka ketiga ini ditangkap di ruli lain yang masih di kawasan Tiban Lama.

Ganja yang ditemukan petugas lebih banyak lagi. Yakni, seberat 20.000 gram.

“Di sana, kami lakukan penggeledahan dan ditemukan barang ini. Lalu pengembangan berikutnya ditemukan lebih banyak lagi,” kata Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki dalam keterangan pers di Mapolresta Barelang, Jumat (26/1).

Diketahui, barang haram itu berasal dari Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Ganja diangkut dengan menggunakan truk yang membawa kebutuhan pokok ke Batam.

Ganja disembunyikan di antara sayuran yang dikirim.

Dari pengakuan ketiga tersangka, mereka mendapat bayaran sebesar Rp 500 ribu untuk transaksi ini.

Untuk mengantisipasi pengiriman ganja dengan modus serupa, Polresta Barelang terus melakukan koordinasi lintas lembaga.

Bersama-sama melakukan pengawasan dengan pihak terkait terhadap barang-barang yang berasal dari daerah lain.

Khususnya dari kawasan yang memang memiliki sejarah sebagai jalur masuk narkoba.

“Yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan Bea Cukai dan instansi lainnya. Melakukan pengawasan agar barang yang masuk tidak diselipi dengan narkoba seperti ini,” jelas Hengki.

Sementara itu, Pop Riki mengaku awalnya tidak tahu kalau barang yang mereka ambil adalah ganja. Ia mengaku mengetahui setelah membuka barang tersebut ketika di rumah. “Pertama tidak tahu. Setelah dibuka baru tahu,” aku Riki.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamanan hukumannya maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.RED.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here