Polsek Semboro Polres Jember – Prosesi Petik Tebu MantenĀ  merupakan ritual mempertemukan tebu petani yang disebut dengan tebu perempuan bernama Dyah Ayu Roro Manis dengan tebu milik PG Semboro yang disebut sebagai tebu laki-laki dengan nama Raden Bagus Rosan. Tebu itu disimbolkan dengan sepasang muda-mudi yang berdandan pengantin jawa.

Ritual petik tebu manten dimulai dengan pemotongan tebu di kebun itu. Tebu laki-laki diberi sebilah keris dan bungan melati, sedangkan tebu perempuan hanya dikalungi melati. Sebelum ditebang, seorang dukun mengucapkan doa-doa dengan membakar dupa di dekat tebu tersebut. Selain sepasang tebu yang ditebang, 18 pasang tebu juga ditebang sebagai pengiring manten.

Setelah prosesi itu berakhir, sepasang pengantin tebu dan pengiringnya diarak dari lokasi Desa Balung tutul Kec. Balung menuju ke PTPN XI PG Semboro. Petani menyerahkan tebu-tebu itu kepada GM PTPN XI Ir. Agus Setiono, MM yang kemudian menyerahkan kepada para kepala bagian dan kepala bagian menyerahkan tebu itu kepada para teknisi penggilingan.

Tradisi petik tebu manten sebelum penggilingan ini setiap tahun selalu di adakan dan telah ada sejak zaman kolonial dan hingga kini dilestarikan.

Kapolsek Semboro AKP Subagiyo, S.H. menerangkan bahwa pada Petik Tebu manten 2017 kali ini pihaknya mengoptimalkan jajarannya untuk melakukan pengamanan dan pengawalan prosesi ini sehingga berjalan ssesuai yang diharapkan. (Humasseksemboro)

LEAVE A REPLY