GENDERANG perang terhadap pelaku penyebaran berita palsu alias hoax di jagat dunia maya telah ditabuh, tak hanya digemakan masyarakat netizen (pengguna internet-red.), tetapi semua pihak yang memiliki kesadaran akibat negatif dari hoax ikut bergerak, termasuk jajaran Kepolisian selaku institusi penegakan supremasi hukum.

Karena akibat dari penyebaran berita palsu, tak jarang banyak pihak yang dirugikan, terutama masyarakat awam yang mengkonsumsi berita-berita palsu tanpa menyaring fakta dan kebenaran dari berita yang diviralkan para pelaku, yang memiliki banyak kepentingan.

Menyikapi hal ini, Polri pun bergerak dengan mengambil langkah tegas. Salah satunya dengan mengoptimalkan fungsi jajaran Kehumasan guna menekan maraknya hoax di jejaring sosial. Instruksi membentuk tim Cyber Troops di seluruh jajaran, khususnya Humas Polri, memang patut diacungi jempol.

Kini, pergerakan Polri pun tak hanya sebatas Cyber Troops di jejaring sosial seperti Facebook, Tweeter dan Whatapss. Tetapi membentuk para bloger yang difungsikan sebagai pasukan penangkal dan pengcounter berita-berita palsu.

Salah satunya di jajaran Polres Tanjungpinang. Setelah sukses membentuk kelompok Blogger dan tim Cyber Troops di tingkat Polres, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro bersama Kompol Andi Rahmansyah sedianya akan membentuk kelompok Blogger di tingkat Polsek.

Bak gayung bersambut, keinginan ini pun “diaminkan” Kapolsek Bukit Bestari Kompol Arbaridi Jumhur, Dengan gerak cepat ia menginstruksikan anggotanya untuk mempersiapkan diri melaksanakan wacana dari sang pimpinan. Salah satunya membuat program turun ke sekolah-sekolah tingkat pertama dan menengah atas, untuk mensosialisasikan kegiatan ini.

Menurut Jumhur, anak-anak muda khususnya pelajar di Tanjungpinang perlu diberi kegiatan yang positif. “Salah satunya ya diajari untuk menjadi blogger,” ungkapnya.

Pria yang pernah bertugas di Jatanras Polrestabes Surabaya ini menyambut baik arahan dari pimpinan, karena memang dengan terbentuknya blogger tingkat polsek, secara sistematis dapat menekan potensi pengaruh negatif di kalangan remaja. “Kalau mereka (pelajar-red.) nge-blog, pasti ‘kan cari-cari informasi di internet. Dengan begitu mereka akan dapat banyak informasi. Contohnya tentang bahaya narkoba. Selain itu, waktu mereka juga terisi dengan kegiatan positif” kata pria berperawakan gagah tersebut.

Saat di temui di ruang kerjanya, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro membenarkan rencana pembentukan blogger di tingkat Polsek yang melibatkan anggota polsek dan pelajar.

Ardiyanto berharap, dengan terbangunnya komunitas blogger di Tanjungpinang, maka citra polisi di mata masyarakat dapat meningkat dan potensi masalah yang muncul dari dunia maya dapat diredam. KA/ED – Promoter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here