Promoter.news | Tim Satgasus Mabes Polri dan Polda Metro Jaya berhasil membongkar penyelundupan 239,785 kilogram sabu dan 30 ribu butir ektasi. Barang haram ini dikirimkan dari negeri Malaysia.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pengungkapan ini bermula ketika tim mendapatkan informasi bakal ada pengiriman narkoba dari Malaysia yang dibantu sejumlah warga Indonesia, yakni Andi, Joni, dan Indrawan.
“Kami kemudian melakukan penyelidikan dan pengamatan di sekitar Pergudangan Harapan Dadap Jaya. Ternyata benar, narkoba itu disimpan di Gudang E12 kompleks pergudangan tersebut. Lalu kami geledah dan ditangkap Joni alias Marvin Tandiono,” kata Tito di Gedung PROMOTER Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).
Tito melanjutkan, di dalam gudang itu ditemukan 12 mesin cuci berisi 228 bungkus plastik kristal sabu dengan total seberat 239.785 gram dan 6 bungkus plastik berisi 30 ribu butir ekstasi.
“Kami lantas menangkap satu orang yang merupakan jaringan narkoba bernama Andi di Jalan Raya Perancis, Dadap, Kosambi Tangerang pada pukul 21.30 WIB. Dia mendapat perintah dari pelaku bernama Indrawan,” kata Tito dengan seragam kepolisian lengkapnya.
Berdasarkan keterangan Joni, tim langsung menangkap Lim Toh Hing alias Onglay alias Momo pada Jumat 9 Februari di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
“Saat kami bawa LTH untuk dilakukan pengembangan ke daerah Dadap Kosambi, dia berusaha kabur dan merebut senjata api polisi sehingga langsung kami berikan tindakan tegas hingga akhirnya tewas,” ungkap Tito.
Menurut Tito, modus menyimpan narkoba di dalam mesin suci adalah modus baru.
“Karena biasanya disimpan di dalam sepatu atau mesin lainnya,” kata Tito.
Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 Subsider Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009.
”Ancamannya pidana mati atau penjara 20 tahun,” tutup Tito. (serukan harimu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here