Berawal dari keinginan agar proses ujian praktik SIM bisa lebih transparan, dan pertemuan jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo dengan beberapa pihak, muncul teknologi Inovasi yang ditemukan oleh sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur yaitu penggunaan sensor ultrasonik dalam kegiatan uji praktik SIM.

Ada 29 sensor ultrasonik yang terpasang pada garis-garis untuk dilalui kendaraan dalam ujian praktik itu pinggirnya dipasangi sensor ultrasonik untuk yang berkelok atau garis membentuk angka delapan, dan untuk garis lurus dipasang 20 traffic cone, dimana setiap traffic cone yang berderet persis di pinggir garis dilengkapi dengan sensor sentuh.

Sensor ultrasonik bekerja memantulkan suara sehingga kalau kendaraan atau benda yang melintas melebihi garis akan menghasilkan suara karena alat itu terhubung dengan sirine yang terpasang, demikian juga dengan sensor suara.

Selain itu sensor ultrasonik dan sensor suara yang ada pada lokasi ujian praktik R2 ini juga terhubung ke sebuah layar yang terpasang di dalam ruang ujian. Petugas dan siapa saja bisa memantau di situ.

“Dengan sistem seperti ini ujian praktik SIM tampak transparan, bisa langsung diketahui oleh pemohon yang lain,” ujar Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Dhyno Indra Setyadi pada wartawan di lokasi ujian praktik SIM Polresta Sidoarjo, Rabu (14/11/2018).

Rencananya pada akhir bulan nanti inovasi ini akan dilaunching oleh Jajaran Polresta Sidoarjo , dan diharapkan dengan inovasi ini transparasi pelayanan ujian SIM semakin baik.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here