Polisi Amankan Setengah Kilo Gram Sabu Dari Jaringan Lapas

Suraabaya – Jaringan pengedar narkotika jenis sabu-sabu kembali digulung Unit Idik I Satreskoba Polrestabes Surabaya. Operasi penangkapan ini menyeret tujuh tersangka, dan diantaranya residivis. Mereka Tutuk Setiawan (40) warga Jalan Pagesangan Mulya Surabaya, Dian Vita Elyanti (30) asal Jalan Anggrek Kureksari Waru Sidoarjo, Beny Alambara (37) asal Jalan Warugunung Surabaya. Nugroho Santoso (45) asal Desa Sono Candi, Wonoayu Sidoarjo, Achmad Husin (30) asal Desa Kramat Jegu Taman Sidoarjo, Mario Marten (29) asal Jalan Kendangsari Surabaya, Sumarni Ningsih alias Neng (35) asal Jalan Pagesangan Surabaya. Lebih dari setengah kilo sabu-sabu yang diamankan dari penangkapan ini.

Menurut Kanit Idik I Iptu Kennardi Dewanto, pihaknya telah mengendus adanya transaksi narkotika pada Rabu 05 Februari 2020, lalu sekira jam 18.30 WIB, di Jalan Raya Kletek Sidoarjo. Saat itu dua pelaku Tutuk dan Dian Vita kiriman narkotika jenis sabu sebanyak 50 gram dari Kurir napi Lapas Porong berinisial RS.

Selanjutnya paket sabu tersebut bagi-bagi menjadi 27 bungkus dengan tujuan untuk dijual. Dalam kesepakatan dengan salah satu pembelinya yang bernama Benny, Tutuk membawa 3 poket yang dijual disekitaran Pagesangan, Surabaya.

“Saat transaksi dengan pembelui itulah keduanya ditangkap  di Pagesangan,” kata Iptu Kennardi, Selasa  (17/3/2020).

Sementara, hasil analisa HP milik Tutuk diketahui ada komunikasi dengan Napi Lapas Porong berinisial RS. Selanjutnya diketahui dua orang kurir yaitu Achmad dan Nugroho. Keduanya akhirnya ditangkap di daerah Klopo Sepuluh Sidoarjo, Jum’at 06 Maret 2020 sekira pukul 05.00 WIB. Dari keduanya diamankan juga 6 (enam ) bungkus plastik narkotika jenis sabu dengan berat total 100 gram. “Pengakuan keduanya Keduanya mendapat upah diatas 1 juta, sekali ranjau barang,” tambah Kennardi.

Tak berhenti disini, petugas melakukan pengembangan pelaku Achmad dan Nugroho didapat komunikasi dengan napi RS. Dalam percakapannya juga mengarah kepada seseorang yang biasa mengirimkan barang yaitu Mario Marten. Selanjutnya Mario ditangkap di Warkop Jalan Kendangsari Gg SD Inpres Surabaya dan menyita HP. Mario membenarkan bahwa barang yang disita dari tersangka Achmad dan Nugroho didapatkan dari Ning dan pengendalinya adalah suaminya dergan Inisial RS.

“Ning kami bekuk, Selasa 10 maret 2020, sekira pukul 02.30 WIB di Jalan Pagesangan Surabaya berikut 6 bungkus berisikan sabu berat total 510 gram,” tambah Kennardi.

Petugas mengemankan barang bukti sabu seberat 90 gram dari pelaku tutuk, Beny diamankan barang bukti sabu seberat 4,5 gram, Achmad dan Nugroho diamankan barang bukti sabu seberat 100 gram, Mario dan Neng diamankan barang bukti sabu seberat 510 gram.

“Ning ini berperan pengendali barang milik RS suaminya yang saat ini mendekam dalam penjara. Ning sendiri juga pernah mendekam dalam penjara dengan kasus sama,” tutup Kennardi.

Sumber: klikjatim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *