Polisi Akan Kejar Oknum Penimbun Masker

Surabaya – Imbas masuknya virus Korona ke Indonesia dikhawatirkan menjadi peluang untuk oknum nakal mengambil keuntungan pribadi di tengah-tengah musibah. Pasalnya di beberapa lokasi, ketersediaan masker sudah mulai menipis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya akan menindak tegas jika ada masyarakat yang menimbun masker. Karena tindakan itu akan merugikan masyarakat luas, di tengah meningkatnya peminat masker.

“Disisi hukum aja kita selama dia melanggar pidana akan kita tindak. Masker ini banyak coba-coba bermain nakal dengan mengambil keuntungan. Keuntunganya dengan cara menimbun,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/3).

Polisi akan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mencegah praktik penimbunan masker. Suplai terhadap kebutuhan masyarakat harus terus berjalan normal, supaya lonjakan harga tidak terjadi.

Sejauh ini sendiri, polisi baru berhasil mengungkap pabrik masker abal-abal di Cilincing, Jakarta Utara. Total ada 30 ribu masker tidak layak pakai karena tidak memenuhi standar yang diproduksi. “Tetapi kalau tempat-tempat yang lain kita akan kejar terus pelaku-pelaku yang coba bermain,” tegas Yusri.

Bagi yang nekat bermain nakal, maka akan dijerat dengan pidana sesuai Undang-undang perlindungan konsumen. “Sama (sanksinya) kayak menimbun bawang putih, perdagangan,” pungkas Yusri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan virus Korona sudah masuk ke Indonesia. Dua orang warga Negara Indonesia (WNI) positif terkena COVID-19. Mereka adalah ibu dan anak.

Dalam kasus itu, Presiden Jokowi mengklaim sejak awal pemerintah serius dan sangat ketat mengikuti protokol kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berkaitan dengan virus Korona. Bahkan pemerintah bekerja sama dengan perwakilan WHO di Jakarta. Ketika ada kasus itu di Wuhan, Hubei Tiongkok, pemerintah juga mempersiapkan mengevakuasi 238 WNI.

Kejadian awal dimulai dari informasi bahwa orang Jepang yang datang ke Indonesia terkena virus dan kemudian tinggal di Malaysia. Pria itu dicek positif virus Korona. Ternyata orang yang terkena virus Korona itu berhubungan dengan 2 orang, yakni ibu yang berusia 64 tahun dan putrinya dengan umur 31 tahun. Lalu dicek, ternyata mereka sakit.

Baca juga: berita tentang Polrestabes Suraabaya dan Kapolrestabes Surabaya
Sumber: Jawapos.com
Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Polrestabes Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr Sndi Nugroho, S.I.K., S.H., M.hum.,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *