Oknum Pedagang Masker Ilegal di Surabaya Ditangkap Polisi

Surabaya – Oknum pedagang produk kesehatan atau farmasi berupa masker kesehatan merek “Disposable Mask”  tanpa izin edar dengan memanfaatkan pandemi Wabah Covid-19/Corona demi mengambil keuntungan lebih besar dari pasaran biasanya. Namun, bisnis tersebut berhasil dihentikan Unit Tipidek Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Menurut keterangan Kanit Tipidek Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Teguh Setiawan, S.H., M.H. Pelaku pasutri LLK (39) dan SB (43) warga pasuruan mengempor barang tersbut dari China.

“Pelaku mendapatkan masker illegal itu dari Cina dengan mangajukan beberapa dokumin hingga bisa masuk dengan bebas ke Indonesia.” Terang AKP Teguh Setiawan, S.H., M.H. saat memimpin konferensi pers di Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Kamis (30/04/2020)

Kemudian setelah sampai di Indonesia diperjual belikan dengan bebas juga, dan penjualn produk ini belum dilengkapi dengan izin edar yang harus didaftarkan kedinas kesehatan.

Setelah itu dijual ke BHK (29) warga Sidoarjo yang diduga sebagai resiler menjual masker dengan harga Rp. 215.000 per Box dalam setiap kartonnya berisi 40 Box.

“Jadi kalau dikalkulasikan dalam satu karton itu sekitar seharga Rp. 8.600.000, kemudian dijual lagi kepada konsumin seharga Rp. 275.000 perbox. jadi Reseller BHK meraup keuntungan sebesar Rp. 55.000 per Boxnya.” Tandas Kanit Tipidek Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Teguh Setiawan, S.H., M.H.

Dari kegiatan perdagangan alat kesehatan ilegal selama 2 bulan tersebut Pelaku LLK bersama SB mendapatkan Omset kurang lebih 90 juta sedangkan BHK mendapatkan Omset sekitar 60 juta.

Akibat perbuatannya tersangka dikenakan pasal sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (1) dan (2), Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UURI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, Jo Pasal 6 permenkes No. 1189 tahun 2010 tentang ijin Produksi alat kesehatan dan PKRT Jo Pasal 5 ayat (1) permenkes No. 1190 tahun 2010 tentang ijin edar alat kesehatan dan PKRT dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun – 15 tahun penjara dengan ancaman denda paling banyak Rp. 1.000.000.000 – Rp. 1.500.000.000. f**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *