Menyamar Tukang Servis AC, Perampok Rampas Hp

Surabaya – Warga Jalan Platuk Donomulyo Gang 7 No 25-A, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Didik Hadi Waluyo, 52, dikeler Unit Satreskrim Polrestabes Surabaya. Ini setelah pelaku melakukan perampokan di sebuah rumah di Jalan Ploso Timur. 

Diketahui, Didik merupakan residivis spesialis perampokan rumah dengan modus menyamar sebagai seorang tukang servis AC toko Hartono Elektronik

Pada saat itu, Didik menyatroni rumah Kurnia Wulandari, 23, warga Jalan Ploso Timur Gang IA No 3, Surabaya. Pada saat itu, Kurnia sedang tidak berada di dalam rumah. Saat kejadian, di rumah korban hanya ada asisten rumah tangga (ART) Kurnia, yaitu Siti Rasyida, 25. 

Mulanya Didik datang ke rumah tersebut menggunakan motor Honda Vario warna merah. Setibanya di depan rumah sasaran, tersangka mengetuk pagar dan ditemui oleh Siti. Pada saat itu, tersangka mengaku sebagai tukang servis AC dari toko Hartono Elektronik. 

Siti pun tidak merasa curiga, kemudian mempersilahkan tersangka untuk masuk ke dalam rumah. Saat itu, juga aksinya dimulai. Tersangka meminta Siti untuk mengambilkan air dan detergen, karena akan membersihkan AC. 

Saat ART lengah, tersangka masuk ke dalam rumah dan menodongkan pisau ke arah Siti serta meminta barang berharga miliknya. 

Korban yang panik pun berteriak minta tolong. Akhirnya dengan cepat tersangka lari keluar rumah sembari merampas hp Oppo F9 warna merah milik korban. 

“Setelah kejadian, korban pun melapor ke majikan dan hari itu juga kami lakukan pengejaran. Akhirnya tersangka berhasil kami amankan, melalui bukti rekaman CCTV,” kata Kanitresmob Polrestabes Surabaya Iptu Arief Rizky Wicaksono, Rabu (1/4). 

Setelah dilakukan penyelidikan di sekitar lokasi akhirnya tersangka diamankan beserta barang hasil rampasan berupa Hp.  Saat diintrogasi, tersangka mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi serupa dan juga pernah keluar masuk sel tahanan. 

“Tersangka pernah melakukan perampokan pada tahun 2007 lalu di amankan di Polrestabes Surabaya, kemudian ketangkap lagi oleh anggota Polsek Tambaksari, dan terakhir di Polsek Wonokromo,” ujar Arief. 

Menurut keterangan tersangka, Ia nekat mengulangi aksinya itu lantaran dirinya lama menganggur dan tak kunjung mendapat pekerjaan pasti. Sehingga dirinya nekat berbuat hal serupa dengan modus yang sama. “Sudah tiga kali ini. Karena saya butuh biaya untuk makan anak dan istri saya pak,” kata pelaku Didik. 

Akibat perbuatannya, tersangka kini harus meringkuk lagi di balik jeruji besi Mapolrestabes Surabaya dan diganjar hukuman pidana Pasal 365 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Baca juga: berita Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: Radarsurabaya.jawapos.com

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *