Kompol Widjanarko.S.H. Kapolsek Karang Pilang Polrestestabes Surabaya Sosialisasikan terhadap warga dan pemakai jalan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya,

Kompol Widjanarko.S.H. Kapolsek Karang Pilang Polrestestabes Surabaya Sosialisasikan terhadap warga dan pemakai jalan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik diterapkan selama 14 hari, berlaku  mulai Selasa 28 April 2020 hingga Senin 11 Mei 2020.

Dalam penyampaian sosialisasi terhadap warga dan Pemakai jalan Raya Mastrip Karang Pilang Surabaya, Kompol Widjanarko.S.H. Kapolsek Karang Pilang Polrestestabes Surabaya menindak lanjuti perintah dan larangan dari Gubernur Jatim ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar di berlakukan.

Hal itu sesuai Peraturan Gubernur nomor 18 Tahun 2020 dan Keputusan Gubernur dengan nomor 188/2020/KPTS/013/2020 tentang pemberlakuan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.

Ada beberapa hal yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat yang berada di kota Surabaya, diantaranya diberlakukannya jam malam.

Penerapan jam malam tersebut untuk kegiatan non operasional seperti kafe agar menutup aktivitasnya pukul 21.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB.

Aturan lain disalah satu poin yakni, untuk pengendara roda dua yang masuk kota Surabaya tidak boleh berboncengan kecuali keluarga atau suami-istri. Sedangkan pengendara roda empat dibatasi 3 orang penumpang dan berlaku pula untuk ojek online.

Kapolsek Karang Pilang Polrestabes Surabaya Kompol Widjanarko.S.H. membenarkan jika dalam aturannya roda dua dilarang berboncengan dan roda 4 hanya boleh diisi oleh tiga orang saja.

Tugas Polisi di saat berlakunya PSBB adalah komponen pendukung dari Pemkot dan melaksanakan peraturan Walikota.

“Bagi pelanggar nantinya akan kita berhentikan dan kita beri pengarahan agar mematuhi aturan Walikota,” sebut Kapolsek. Selasa (28/04/2020).Jam 09.00 Wib.

Dalam PSBB itu, nantinya petugas juga melakukan penyekatan dalam rangka larangan mudik yang dilaksanakan pemerintah, termasuk yang ada di Ex Pasar Karang Pilang Surabaya.

Petugas melakukan himbauan larangan mudik dan jika tidak ada kepentingan mendesak akan diminta untuk minta putar balik.

“Kegiatan yang dilakukannya ini bersifat preemtif dan preventif saja,” tambah Widjanarko.

Untuk lokasi penyekatan yang ada di Polsek Karang Pilang Polrestabes Surabaya berada di Ry. Mastrip Karang Pilang Surabaya, yang dijaga petugas gabungan Anggota Polsek Karang Pilang Polrestabes Surabaya bersama Dishub dan Satpol PP kota Surabaya.

Untuk pemberlakuan P.S.B.B pihaknya
juga sudah menempelkan dan membagikan brosur tentang berlakukannya PSBB, guna mensosialisasikan beberapa peraturan yang harus dipatuhi pengguna jalan disamping hinbauan larangan mudik.

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *