Maraknya berita palsu atau hoax yang beredar di media sosial, seperti Facebook membuat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berencana untuk bertemu dengan perwakilan dari raksasa jejaring sosial tersebut.

Rencananya, pertemuan tersebut akan dilakukan pada 6 Januari 2017. Karena belum bisa bertemu langsung, ia menuturkan pembahasan akan dilakukan melalui video conference.

“Hari Senin depan (6 FebruariĀ 2017) benar akan video conference dengan perwakilan Facebook ,” tutur pria yang akrab dipanggil Chief RA saat ditemui di sela-sela pengumuman Master Plan Grab 2020 di Jakarta, Kamis (2/1/2017).

Meskipun belum dapat memastikan seperti apa hasil pembahasan tersebut nantinya, ia percaya layanan Over-the-Top internasional seperti Facebook akan mengambil langkah yang dibutuhkan terkait masalah hoax semacam ini.

“Apalagi hoax ini bukan hanya ada di Indonesia, tapi juga telah menjadi masalah global,” ujarnya. Pun demikian, pemerintah dalam hal ini terus mendorong agar masyarakat di Indonesia memahami kode etik di media sosial.

Sebab, masyarakat atau individu sebenarnya dapat membantu menyaring hoax. Salah satunya adalah dengan melakukan klarifikasi apabila ada kabar yang meragukan. Sebelum berbagi konten pengguna harus memastikan isinya benar dan bermanfaat bagi orang lain yang mendapat informasi itu.

“Kalau ragu-ragu atas sebuah informasi lakukan tabayyun atau klarifikasi. Lalu, pastikan yang dibagi itu mendapat manfaat, kalau tidak buat apa konten itu dibagikan” ujarnya.

LEAVE A REPLY