Jemput WNI dari Kapal World Dream Lebih Minim Risiko daripada Diamond

Surabaya – Pemerintah segera menjemput 188 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi kru kapal pesiar World Dream yang berlayar dari Hong Kong. Kapal yang kini hanya berisi kru tanpa penumpang itu, ditolak bersandar di manapun menyusul merebaknya wabah virus Korona jenis baru yang diderita salah satu penumpang kapal yang sudah turun dari kapal beberapa hari kemudian. Meski begitu semua kru tersebut dinyatakan sehat dan negatif virus Korona.

Berbeda dengan para kru atau WNI di kapal Diamond Princess, Yokohama, Jepang. Dari 78 kru WNI, kini sudah ada 9 WNI yang dinyatakan positif virus Korona. Sebab kapal tersebut dikatakan swbagai epicentrum atau pusat penyebaran wabah baru selain di Wuhan, Tiongkok. Angka penularannya lebih tinggi yakni mencapai 15 persen. Sedangkan Wuhan hanya sekitar 5 persen.

Karena itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan bahwa pemerintah akan fokus mengevakuasi WNI di kapal pesiar World Dream terlebih dahulu karena risikonya paling kecil. Terawan secara tegas menyatakan 188 WNI ABK yang akan dievakuasi dari Kapal World Dream dalam keadaan sehat dan sudah mengantongi sertifikat sehat dari Hongkong dan jaminan sehat dari pihak Kapal World Dream.

“Kami baru konsentrasi semua untuk World Dream karena itu yang sudah paling dekat dengan kita. Arahan Presiden semua harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian. Beberapa skenario juga sudah kita siapkan, semoga semua bisa berjalan dengan baik,” jelas Terawan kepada wartawan, Senin (24/2).

Sementara itu, pemerintah masih terus berupaya untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di atas kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Saat ini, pemerintah Indonesia masih berkomunikasi dengan otoritas pemerintah Jepang terkait proses pemulangan WNI tersebut.

Terawan menjelaskan bahwa pemerintah berupaya untuk menjaga agar 264 juta jiwa penduduk Indonesia selamat dari wabah virus COVID-19, di samping tetap memberikan perhatian kepada WNI yang ada di Jepang. Menurutnya pemerintah Indonesia sangat berhati-hati dan tidak tergesa-gesa agar bisa melaksanakan evakuasi dengan baik.

“Kita hati-hati. Negara kita sangat berhati-hati dan mengikuti kaidah-kaidah apa yang sudah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan itu akan kita lakukan dengan tertib dan ketat,” ujarnya.

Seperti diketahui, kapal Diamond Princess telah menjalani proses karantina usai sejumlah penumpang maupun awaknya positif terinfeksi virus COVID-19, termasuk 9 WNI dari Indonesia. Kesembilan WNI tersebut kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Jepang.

Selain sembilan orang tersebut, ada sejumlah WNI lainnya yang masih berada di kapal pesiar Diamond Princess. Dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah terus memastikan agar semua WNI tersebut mendapatkan perlakuan sesuai dengan protokol kesehatan WHO.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto menjelaskan lokasi kapal Diamond Princess mengkhawatirkan dunia. Sebab di kapal itu, terjadi penularan wabah virus Korona yang sangat massal. Angka penularan bahkan mencapai 15 persen.

“Kapal Diamond Princess ternyata sudah jadi epicentrum baru. Yang analog dengan apa yang terjadi di kota Wuhan. Artinya semua orang di dalam itu sudah sangat-sangat mungkin ketularan,” kata Yurianto.

Di Wuhan saja, penularan hanya 5 persen. Sedangkan di kapal Diamond Princess saat ini sudah sebanyak 600an orang positif. “Sudah lebih harus diawasi. Maka banyak yang jadi Penderita Dalam Pengawasan (PDP). Bahkan di dalam mereka positif konfirm dengan PCR 600an sekian,” jelasnya.

“Mengapa? Karena lorong-lorong kapal itu sempit-sempit. Sangat mungkin orang berhimpitan ketularan,” tutur Yurianto.

Baca juga: Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: jawapos.com

Kapolrestabes Surabaya. Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *