Incar Pengendara Perempuan, Jambret di Surabaya Tewaskan Seorang Ibu

Surabaya – Jambret yang menewaskan korbannya di Jalan Indrapura punya trik tersendiri untuk menjaga peluang berhasilnya. Diketahui, pelaku selalu menyasar perempuan yang mengendarai motor sendirian. ’’Mereka tidak asal-asalan,’’ ujar Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya AKP Iwan Hari Purwanto kemarin (14/4).

Iwan menjelaskan, komplotan pelaku saat beraksi di Jalan Indrapura terdiri atas tiga orang. Yakni, Rendy Dana Putra, Bachtiar Pratama, dan F yang masih buron. Mereka naik dua motor ketika beraksi.

Rendi berboncengan dengan F yang menjadi eksekutor. Sementara itu, Bachtiar mengendarai motor sendiri. ’’Istilah mereka sebagai pengompas,’’ kata Iwan.

Bachtiar, lanjut dia, punya peran penting agar aksi jambret berhasil. Dia bertugas mengawasi dari belakang. ’’Jika ada orang yang mengejar, tugasnya adalah menghalangi,’’ jelasnya.

Iwan menerangkan bahwa kelompok itu sering beraksi di metropolis. Di antaranya, Jalan Semarang, Jalan Arjuno, Jalan Indrapura, Jalan Rajawali, dan Jalan Dupak. Semua korbannya perempuan. Hanya, mereka beralasan lupa jumlah pasti aksinya. Yang jelas, Bachtiar selalu mendapat tugas menjual barang hasil rampasan.

Mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu menuturkan, sindikat tersebut punya penadah tetap. Yakni, M. Safi’in alias Albert. Berdasar penyidikan, pria 42 tahun itu punya counter jual beli ponsel bekas. ’’Meskipun hanya ponsel batangan tetap diterima,’’ paparnya.

Iwan mengungkapkan, perbuatan itu memenuhi unsur pidana penadah. Termasuk empat orang yang ikut ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, Umar, Supadi, Eko Riskianto, dan Ketut Purwanto. ’’HP korban sudah beberapa kali pindah tangan,’’ tuturnya.

Menurut dia, satu pelaku yang masih buron sudah teridentifikasi. Dia meyakini tidak lama lagi keberadaannya akan terdeteksi. Iwan menegaskan, kalau memang diperlukan, pihaknya tidak segan mengambil tindakan tegas terukur alias tembak di tempat.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, jalan yang menjadi lokasi penjambretan pelaku punya karakteristik hampir sama. Jalannya luas dan cenderung lurus. Jadi, mereka tidak sulit menghilangkan jejak setelah beraksi.

Untuk mengantisipasi kejahatan serupa, jajarannya akan meningkatkan intensitas patroli tertutup. Iwan mengatakan akan mengerahkan personel berpakaian preman di jalan yang dianggap rawan. Dengan begitu, mereka bisa langsung mengambil tindakan ketika terjadi kriminalitas.

Sebagaimana diberitakan, kasus penjambretan di Jalan Indrapura pada Jumat (10/4) terungkap. Lilik Choiriyah yang menjadi korban saat itu sampai tersungkur ke aspal bersama motor yang ditumpangi. Perempuan 47 tahun tersebut meninggal setelah dua hari dirawat di RSUD dr Soetomo.

Baca juga: berita Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: jawapos.com

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *