Polrestabes Surabaya – Sudah menjadi rutinitas, hadirnya anggota Satlantas Polrestabes Surabaya mengimbangi aktifitas masyarakat pengguna jalan di wilayah hukum Polrestabes Surabaya yang tidak pernah berhenti seharian penuh. Begitu pula dengan dua anggota Unit Turjawali Satu yang menempati Pos Simpang A. Yani-Margorejo, tetap semangat memantau arus lalu lintas dan turun ke jalan saat terjadi kepadatan. Kamis (29/08/2019) siang.

Disamping melaksanakan patrolidan pemantauan dua anggota Unit Turjawali Satu yang mnempati simpang A. Yani – Margorejo juga melaksanakan pengaturan apabila terjadi kepadatan dan penindakan apabila ditemukan pelanggaran kasat mata karena mulai hari ini, Polrestabes Surabaya menggelar Operasi Patuh Semeru 2019, yang akan diselenggarakan selama dua minggu, dimulai tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019 dengan melibatkan 312  personel dan dibantu unsur dari pihak TNI, Dishub, dan Satpol PP.

“Ada tiga target operasi prioritas yakni melawan arus, berkendara di bawah umur, dan tidak menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor,” ujar AKBP Eva Guna Pandia Kasatlantas Polrestabes Surabaya.

Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), tiga pelanggaran itu juga mempunyai sanksi hukum yang tidak main-main.

Hukuman untuk pengendara yang melawan arus tertuang pada Pasal 287 Ayat 1 di mana, akan diancam pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Selanjutnya pada Pasal 281 dijelaskan bahwa pengendara yang tidak memiliki SIM (dalam hal ini termasuk juga pengendara di bawah umur) bisa terjerat pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.

Sementara kendaraan bermotor yang dipasangi lampu rotator atau sirene tanpa hak, melanggar Pasal 287 dengan ancaman pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

“Selain tiga pelanggaran di atas, saya perintahkan anggota yang dilapangan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran lain, ini upaya kita menekan angka kecelakaan dan menciptakan Kamseltibcar Lantas di wilayah hukum Polrestabes Surabaya,” tegas AKBP Eva Guna Pandia.

Himbauan kepada seluruh pengguna jalan khususnya di wilayah Surabaya apabila berkendara disiapkan dahulu surat-surat (SIM dan STNK) dan perlengkapan sesuai standart kendaraan bermotor, patuhi peraturan ( Rambu dan Marka ), untuk pengendara sepeda motor lengkapi dengan helm SNI, spion, tidak melawan arus dan tidak berboncengan lebih dari dua. “SATU NYALI WANI TERTIB JOGO SUROBOYO”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here