Surabaya – Promoter News

Siap Mempertahankan Predikat WBK dan WBBM, Satlantas Polrestabes Surabaya meningkatkan pelayanan publik dengan suguhkan aplikasi e-SIM dan peresmian Gedung Patria Tama.

Gedung baru dengan nama Patria Tama ini, adalah nama angkatan dari Alumni AKPOL tahun 1995, dan suatu kebanggaan tersendiri bagi penerima Adi Makayasa yang tidak lain adalah Kapolrestabes Surabaya sendiri.

Kapolrestabes Surabaya sebagai orang baru sangat mengapresiasi pelayanan yang terus ditingkatkan oleh Satlantas, dengan membangun kantor pelayanan dan meluncurkan aplikasi terbaru.

“Maka dari itu, yang belum download silahkan download, dan ikuti pelayanan e-SIM Surabaya. Sehingga, nanti dapat mempermudah dan mempercepat pelayanan lalu lintas,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho, Kamis (23/05/2019).

Aplikasi e-SIM ini berfungsi membantu mempermudah pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Surabaya. Sehingga para pemohon tidak perlu antre lama, dan bisa belajar materinya ujiannya.

Sebagai pencetus inovasi ini, Kasatlantas Polrestabes Surabaya, menjelaskan Inovasi ini ditujukan untuk mempermudah pelayanan publik, serta memotong birokrasi, dan meminimalisir upaya gratifikasi (suap menyuap).

“Pertama adalah fitur pendaftaran online. Dimana pemohon bisa mendaftarkan diri melalui aplikasi dengan mengisi formulir sebagaimana dengan pendaftaran konvensional. Namun kali ini dalam aplikasi yang bisa diakses dimanapun dan pemohon tinggal menunggu email balasan.” Terang AKBP Eva Guna Pandia

“Sehingga yang bersangkutan datang kesini tidak perlu lagi antri untuk mengisi formulir. Tinggal menunjukkan itu, data langsung di print,” sambung Kasat lantas

Selanjutnya, untuk layanan latihan ujian pra teori, nantinya pemohon bisa lebih percaya diri saat melakukan ujian SIM. Karena sebelumnya telah mendapatkan materi yang bisa dibaca dan dipelajari melalui aplikasi tersebut.

Tidak hanya itu, dalam aplikasi e-SIM, pengguna aplikasi juga bisa melalukan pengujian keabsahan SIM. Sebab, tidak sedikit kasus, dimana SIM yang tertera tidak sesuai dengan aslinya seperti misalnya SIM C, tetapi diganti logonya menjadi SIM A.

“Dengan e-SIM ini, cek keabsahan SIM, tinggal mengetik nomor SIM-nya, ataupun no induk KTP, akan muncul, dia apakah SIM B, SIM A atau SIM C, akan muncul dengan sendirinya,” jelas Pandia.

Melalui aplikasi tersebut, pemohon juga bisa melakukan ujian teori online dengan catatan khusus kolektif minimal 15 orang. Kemudian petugas akan datang dan melayani komunitas atau kelompok pemohon tersebut.

“Mereka tinggal mendownload aplikasinya, masukkan paswordnya, mereka akan melakukan ujian seperti yang disini (Satpas, red). Apabila selesai ujian, mereka kirim, skornya akan muncul,” pungkas AKBP Eva Guna Pandia. #SM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here