Surabaya – Promoter News

Wujudkan Program Kapolri bersandi “Tumpas Narkoba”, Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak beserta Polsek Jajaran berhasil mengungkap sebanyak 28 kasus peredaran maupun penyalahgunaan Narkotika dengan menangkap 35 tersangka.

Di halaman mapolres, Kamis, 07 Februari 2019, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K., M.Si., bersama Kasat Narkoba AKP Moch. Yasin, S.H., dan para Kanit Reskrim Polsek Jajaran memamerkan para tersangka yang berhasil ditangkapnya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K., M.Si., menjelaskan, bahwa sejak tongkat kepemimpinan Satreskoba dipegang oleh AKP Moch. Yasin, pengungkapan kasus peredaran maupun penyalahgunaan Narkotika di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak terus semakin meningkat.

” Ini menunjukkan, bahwa kami Anggota Polri Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berkomitmen menjalankan tugas dalam memberantas segala bentuk kejahatan tidak pernah main-main, ” ucap Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak yang akrab disapa AKBP A. Agus.

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, para petugas Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak beserta Polsek Jajaran berhasil menangkap 35 tersangka, yang terdiri dari tersangka laki-laki sebanyak 33 orang, sedangkan tersangka wanita sebanyak 2 orang.

” Katagori pengedar 12 kasus dan penyalahgunaan Narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu sebanyak 23 kasus, dengan barang buktinya 35, 7 gram sabu-sabu dan 232.000 butil Pil Doubel L, ” terang Agus.

Para tersangka akan dikenakan Pasal sesuai dengan perbuatannya masing-masing. Untuk Narkotika akan dikenakan Pasal 114 ayat (1) bagi para pengedar dengan ancaman paling singkat 5 Tahun dan paling lama 20 Tahun, serta Pasal 112 ayat (1) bagi para pengguna dengan ancaman penjara paling singkat 4 Tahun dan paling lama 12 Tahun.

” Sedangkan untuk pengedar Pil Doubel L, kami akan kenakan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Pasal 197 tentang pengedaran Farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar dengan ancaman kurungan 15 Tahun dan Pasal 196 dengan ancaman kurungan 10 Tahun penjara, ” pungkasnya. ( Syam )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here