Surabaya – PromoterNews

Meskipun sebagai anak seorang pengayuh becak (tukang becak), dan dituntut untuk menjadi seorang guru, akhirnya, Naf’an dapat membuat bangga kedua orang tuanya setelah pada tahun 1984 berhasil menjadi seorang Polisi dan kini menjadi Perwira Polisi dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

Perjalanan dari seorang masyarakat sipil hingga menjadi Perwira Polisi, tidak dilalui secara mudah oleh AKP Naf’an yang saat ini menjadi Kanit Reskrim Polsek Krembangan.

Setelah lulus SD Ngrawan pada tahun 1974, orang tua Naf’an kecil yang notabenenya orang yang tidak mampu, meminta Naf’an kecil untuk masuk Sekolah Teknologi Negeri (STN) Jombang, agar apabila orang tuanya tidak mampu membiaya sekolah, Naf’an kecil dapat memiliki keahlian (Tukang Bangunan/Tukang Listrik).

Tapi sayang, hal tersebut tidak terwujud karena Naf’an kecil tidak lulus. Akhirnya Naf’an kecil melanjutkan sekolah ke SMP Nasional Jombang dan lulus pada 1977.

Karena ingin mewujudkan cita-cita orang tua yang ingin Naf’an yang saat itu sudah remaja menjadi guru, Naf’an dimasukkan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Jombang, tetapi sayang hal tersebut masih belum terwujud karena gagal dalam tes.

AKP Naf’an saat memberikan penyuluhan bahaya narkoba

Akhirnya, Naf’an remaja melanjutkan sekolah ke SMA Nasional Jombang dan lulus pada tahun 1980/1981. Dalam perjalanannya untuk menjadi sukses, tidak semulus cerita-cerita didalam Sinetron.

Naf’an remaja mencoba peruntungan dengan menjadi TNI, lagi-lagi nasib sial menghampirinya, karena saat tes AKABRI, Naf’an gagal dalam penentuan akhir. Meskipun begitu, Naf’an tidak menyerah dengan mencoba menjadi TNI yang merupakan cita-citanya sedari kecil sebanyak 5 kali, diantaranya 3 kali gagal menjadi TNI AU dan 2 kali gagal 2 kali menjadi TNI AD. Dari 5 kali gagal, kesemuanya gagal dipenentuan terakhir.

Kegagalan demi kegagalan tidak membuat Naf’an remaja menyerah, dan alhasil pada tahun 1984, Naf’an secara resmi menjadi anggota Polri. Selama 34 tahun mengapdi (1984 hingga 2018), sudah banyak prestasi dan sumbangsihnya kepada instansi Polri.

Adapun dalam mengarungi karirnya, AKP Naf’an, S.H., menempati beberapa tempat di Kepolisian diantaranya, tahun 1984 hingga 1997 bertugas di Polres Sidoarjo dan Polsek Jajaran, 1998 hingga 1999 mengikuti Diktukpa Polri, 1999 hingga 2006 bertugas di Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Mojokerto sebagai pelatih.

Pada Maret 2006 hingga Oktober 2010 bertugas di Polrestabes Surabaya yang saat itu bernama Polwil Surabaya sebagai Kanit Binluh Satnarkoba. Oktober 2010 hingga 2014 bertugas di Polsek Asemrowo sebagai Kanit Reskrim.

AKP Naf’an saat PAM demo buruh

Diawal 2015 perwira dengan 3 balok di pundaknya tersebut berpindah ke Polsek Krembangan sebagai Kanit Reskrim. Tepat dibulan Mei 2016 berpindah kembali ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak selama 2 tahun dan kembali ke Polsek Krembangan pada bulan Mei 2018.

Saat ditemui diruangannya pada hari Jum’at (19/10/2018) sore, AKP Naf’an menjelaskan dari sekian banyak kasus yang telah diungkap selama berdinas di Kepolisian yakni, membongkar kasus judi online yang beromzet minimal 1,2 Milyar/hari pada tahun 2012.

” Saat itu saya menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Asemrowo, ” ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Naf’an, pada tahun 2008, membongkar kasus peredaran narkotika golongan 1 jenis sabu seberat 2 kg melalui ekspedisi.

” Waktu itu saya dan anggota yang lain menangkap tersangka di pasar Blauran, ” tuturnya.

AKP Naf’an bersama Kapolres Pelabuhan TG Perak pamerkan hasil ungkap Polsek Krembangan

Tetapi yang paling membuat AKP Naf’an bangga yakni ketika dirinya menjadi pelatih di SPN Mojokerto. Dimana disana beliau dapat mengantar masyarakat masyarakat sipil menjadi masyarakat polisi.

” Dengan mereka (anak didik) menjadi polisi yang baik dan pantang menyerah membuat saya bangga. Bahkan ada anak didik saya yang pangkatnya sama dengan saya, ” jelasnya seraya ketawa.

AKP Naf’an merasa bahagia, dimana selain menjadi polisi, dirinya bisa menjadi guru yang dicita-citakan orang tuanya yakni saat bertugas di SPN.

” Alhamdulillah saya dapat mewujudkan cita-cita orang tua, ” kenangnya.

Bahkan, AKP Naf’an membina rumah tangga pada tahun 1992 setelah membiayai pendidikan adik-adiknya hingga menjadi sukses.

” Saya berharap masyarakat jangan pernah ragu untuk mendaftar sebagai polisi. Jangan malu apalagi minder. Kalau saya sebagai anak tukang becak saja bisa, kenapa masyarakat yang lain tidak bisa?, semuanya gratis tanpa dipungut biaya, ” pungkas AKP Naf’an. ( Humas Res. Pel. TG Perak / Syam )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here