Polda Kalbar Laksanakan Press Conference Pengungkapan Kasus Uang Palsu

Polda Kalbar – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Drs Didi Haryono melakukan Press Conference Pengungkapan Kasus Uang Palsu di Mapolda Kalimantan Barat pada hari Senin (11/2) sekitar pukul 10.00 WIB.

Adapun Polda Kalbar melakukan pengungkapan kasus uang palsu ini karena hal ini termasuk dalam extraordinary crime. Uang palsu yang dicetak dalam kasus ini pun menyentuh angka 200 Juta sehingga menarik perhatian kita semua karena hal ini mengganggu keberadaan ekonomi yang ada di Kalimantan Barat.

Pengungkapan Kasus Uang Palsu yang terjadi di Kelurahan Anjungan Melancar, Kecamatan Anjongan, daerah Mempawah tersebut, didalangi oleh empat tersangka dimana satu diantaranya adalah seorang wanita. Selain itu, dari empat pelaku ini ada satu orang yang merupakan residivis dengan perbuatan yang sama yaitu mengedarkan dan mencetak Uang Palsu juga.

Dalam Press Conference tersebut, Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Didi Haryono menjelaskan modus dari kasus uang palsu tersebut.

“Salah satu tersangka yang menjadi residivis memerintahkan tersangka lainnya untuk mecetak uang palsu. Setelah tercetak mereka mencoba membelanjakan uang palsu ini di tempat tempat pedagang pasar yang awam terhadap pengenalan uang palsu tersebut,” ujar Kapolda Kalbar.

Sehingga setelah dibelanjakan pengembalian dari para pedagang dengan uang asli. “Dia membeli dengan uang palsu, pengembaliannya dengan uang asli,” jelas Kapolda Kalbar.

Kapolda juga mengungkapkan uang palsu tersebut sengaja dibelanjakan pelaku di pasar pasar tradisional tersebut yang dimana pedagangnya adalah orang orang yang sangat jujur, sehingga mereka menganggap uang itu asli asli saja.

“Mereka menganggap uang itu asli, sehingga para pelaku ini memanfaatkannya dengan melakukan hal hal yang tidak baik tersebut,” ujar Kapolda Kalbar.

Diketahui, ancaman hukuman yang bisa diterima oleh para pelaku relatif tinggi, ada 3 aturan yang memagari terkait dengan pemalsuan ini, dann sanksinya ialah 15 tahun penjara dan denda sebesar 50 Miliar.

Dalam kesempatan ini, Kapolda juga mengingatkan kepada masyarakat untuk mengenali uang palsu, bisa dilakukan dengan 3D yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar benar benar berhati-hati dalam menerima ataupun bertransaksi, disarankan gunakanlah transaksi yang non tunai untuk keamanan. Kalaupun harus menggunakan transaksi non tunai, apabila kita curiga dengan keaslian uang tersebut lakukan dengan pinsip 3D tadi.sbr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here