Dalam dunia otomotif ada piranti sederhana namun sangat penting dan berguna bagi keselamatan kita dan pengguna jalan lainnya. Piranti tersebut adalah lampu sein (sebagian orang menyebut riting atau reting) . Namun terkadang pengemudi kerap kali malas menyalakan lampu sein atau lupa di kendaraan ada lampu sein.

Padahal penggunaan lampu sein juga telah diatur dalam UU no 22/2009 Pasal 112 yang berbunyi “Pengemudi Kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan ; ayat (2) Pengemudi Kendaraan yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dan ayat (3) Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.”  Sanksi pun ada yaitu pidana kurungan 1 bulan dan denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Lampu sein diciptakan untuk mengurangi kecelakaan pada kendaraan ketika berbelok, lampu yang didesain berkedip-kedip dan memiliki warna lampu kuning telah menjadi peranti kelengkapan wajib bagi kendaraan. Pilihan warna kuning bertujuan agar dapat dilihat dengan jelas di siang hari atau malam hari baik dalam keadaan hujan maupun kabut.

Kegunaan lampu sein tidak hanya sebagai tanda untuk belok atau pindah jalur, namun juga dapat memberitahukan kepada pengendara lain kalau Anda ingin berpindah jalur atau bisa juga menjadi penanda kalau di depan ada kendaraan berlawanan ketika Anda ingin menyalip.

Jadi mari kita pahami dan gunakan lampu sein sesuai gunanya, agar mengurangi resiko bahaya berlalu lintas bagi diri kita dan orang lain.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here