Ramadan tahun ini begitu mengerikan. Dalam sepekan terakhir terjadi dua perampokan di dua lokasi yakni Da’an Mogot, Jakarta dan Karawaci, Tangerang. Tidak tanggung-tanggung perampokan terjadi siang hari dan bahkan berujung kematian.

Davidson Tantono tewas dirampok seusai menarik uang Rp300 juta di SPBU Jl Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (9/6) lalu. Tiga hari kemudian, Italia Chandra Kirana Putri (23) tewas ditembak pelaku curanmor di rumahnya di kawasan Karawaci, Kota Tangerang, Senin (12/6) lalu.

Dua kasus penembakan yang terjadi memunculkan pertanyaan tentang peredaran senjata api di Jakarta hingga para pelaku kriminal dengan mudah menembakan pelatuk kepada para korban?

Dari olah balistik Mabes Polri menemukan pistol dipakai di Daan Mogot dan Karawaci adalah senjata rakitan. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol. Rikwanto mengatakan asumsi ini muncul setelah melihat luka yang dihasilkan senjata pelaku.

Polisi melihat, luka senjata tersebut janggal. “Senpi itu jelas rakitan, dari tembakannya kepada korban. Hasil otopsi dia kena jaringan lunak. Seharusnya dari jarak sekian kalau itu senjata resmi pabrikan itu bisa tembus tubuh,” kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Rikwanto menegaskan, senjata api rakitan merupakan senjata ilegal. Ia mengatakan, senpi rakitan umumnya dibuat secara otodidak. Pembuatnya bisa macam-macam, salah satunya para perakit senjata angin. Dia menjelaskan si pembikin senjata punya kemampuan otodidak. Kata Rikwanto, bagi mereka yang tahu seluk beluk senjata angin, membuat senjata api tidaklah begitu sukar.

“Ini terjadi di Cipacing dan di perbatasan dua provinisi di Sumatera Selatan dan Lampung,” katanya.

Waspada Meningkatnya Kriminalitas Di Bulan Ramadhan

0
1

Angka kriminalitas pada bulan Ramadan tahun ini begitu mengerikan. Dalam sepekan terakhir terjadi dua perampokan di dua lokasi yakni Da’an Mogot, Jakarta dan Karawaci, Tangerang. Tidak tanggung-tanggung perampokan terjadi siang hari dan bahkan berujung kematian.

Davidson Tantono tewas dirampok seusai menarik uang Rp300 juta di SPBU Jl Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (9/6) lalu. Tiga hari kemudian, Italia Chandra Kirana Putri (23) tewas ditembak pelaku curanmor di rumahnya di kawasan Karawaci, Kota Tangerang, Senin (12/6) lalu.

Dua kasus penembakan yang terjadi memunculkan pertanyaan tentang peredaran senjata api di Jakarta hingga para pelaku kriminal dengan mudah menembakan pelatuk kepada para korban?

Dari olah balistik Mabes Polri menemukan pistol dipakai di Daan Mogot dan Karawaci adalah senjata rakitan. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol. Rikwanto mengatakan asumsi ini muncul setelah melihat luka yang dihasilkan senjata pelaku.

Polisi melihat, luka senjata tersebut janggal. “Senpi itu jelas rakitan, ya, dari tembakannya kepada korban. Hasil otopsi dia kena jaringan lunak. Seharusnya dari jarak sekian kalau itu senjata resmi pabrikan itu bisa tembus tubuh,” kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Rikwanto menegaskan, senjata api rakitan merupakan senjata ilegal. Ia mengatakan, senpi rakitan umumnya dibuat secara otodidak. Pembuatnya bisa macam-macam, salah satunya para perakit senjata angin. Dia menjelaskan si pembikin senjata punya kemampuan otodidak. Kata Rikwanto, bagi mereka yang tahu seluk beluk senjata angin, membuat senjata api tidaklah begitu sukar.

“Ini terjadi di Cipacing dan di perbatasan dua provinisi di Sumatera Selatan dan Lampung,” katanya.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini pun tidak memungkiri ada jaringan baru peredaran senjata api rakitan di Indonesia. Polisi menduga, ada kelompok yang berusaha memesan senjata di luar Sumatera.

Kepolisian pun berusaha menekan jumlah peredaran senjata rakitan. Sayang, ia enggan menyebutkan kelompok penjual senjata tersebut. Ia hanya memberikan lokasi yakni Sumsel dan Lampung.

“Saya tidak sebut suku tapi memang spesialisnya di sana. Sekarang sedang diperangi, ditangkapi dan dicari oleh Polda setempat. Bisa jadi mereka melewati perbatasan dan mencari operasi baru (lalu) menjualnya di Jawa, termasuk Jakarta,” kata Rikwanto.

Rikwanto menerangkan, polisi sudah berusaha mencegah peredaran senjata api. Mereka menemukan adanya pabrik perajin senjata api rumahan di Sumatera. Dalam operasi tersebut, mereka mendapati 3000 senpi rakitan. Kemudian, mereka juga sudah melakukan penelusuran ke Cipacing, Jawa Barat, daerah penyedia senjata angin.

“Di Jawa Barat, Cipacing, juga ada perajin senapan angin. Ada yang nakal dan dia terima pesanan (senpi), itu juga (orangnya) sudah kita tangkap dan masih di sel sampai saat ini. Dari mesin bubutnya, kemudian (senapan) yang sudah jadi maupun yang belum jadi, sudah kita sita,” kata Rikwanto.

Rikwanto mengingatkan, pembuat senjata rakitan bisa dikenakan beragam pasal. Ia menerangkan, pembuat bisa disangkakan melanggar UU Darurat No. 12 Tahun 1951 atau delik membantu kejahatan.

 

LEAVE A REPLY