BPBD di Surabaya Semprot Ojol Dengan Cairan Disinfiktan

Surabaya – Upaya memotong rantai persebaran virus korona dilakukan di berbagai lokasi. Kemarin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menyemprot pengendara sepeda motor dan ojek online (ojol) yang melewati Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo. Penyemprotan dengan disinfektan tersebut akan menjadi agenda rutin BPBD Jatim.

Kegiatan itu melibatkan Dinas Perhubungan Jatim dan Satlantas Polrestabes Surabaya. Mereka siaga di sekitar lajur depan Gedung Grahadi. Kendaraan roda dua diarahkan lajur paling kiri. Pengendara diatur menjadi dua baris memanjang.

Pada lajur tersebut, terdapat delapan petugas yang membawa cairan disinfektan. Petugas itu terbagi dua. Setiap empat petugas menyemprot satu unit kendaraan.

Semua bagian disemprot. Termasuk helm yang digunakan penumpang. Petugas meminta helm tersebut diarahkan ke atas untuk disemprot pada bagian dalamnya.

Agar tidak mengenai mata, petugas meminta pengemudi ojol dan pengendara roda dua menutup mata. Bagi helm yang memiliki pelindung muka, petugas juga meminta untuk menutupnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, penyemprotan itu bukan kali pertama di Jawa Timur. Sebelumnya, BPBD Jatim menyemprot pengemudi ojol dan pengendara roda dua di sekitar Terminal Purabaya. ’’Kami akan laksanakan di beberapa titik dan berlangsung rutin,’’ katanya.

Selain itu, ada 16 terminal yang sudah disemprot. Yakni, terminal tipe B yang pengelolaannya di bawah Pemprov Jatim. Khofifah berharap penyemprotan itu efektif dan mampu mencegah persebaran virus korona.

Nantinya, kegiatan semprot pengendara motor dan ojol digelar di semua bakorwil di Jawa Timur. Yakni, Bakorwil Malang, Bojonegoro, Pamekasan, Madiun, dan Jember. Khofifah menambahkan, penyemprotan disinfektan merupakan bentuk pencegahan di lapangan. ’’Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat. Rawan terjadi penularan,’’ ungkapnya.

Penyemprotan tersebut merupakan rangkaian dari pengamanan fasilitas umum dan fasilitas sosial di Jawa Timur. Sebelumnya, BPBD menyemprot tempat ibadah di Jawa Timur. Itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Saat ini, pemprov menyiapkan perangkat sikat korona dari Universitas Brawijaya. Perangkat itu akan ditempatkan di kantor layanan masyarakat. Sebab, di kantor layanan masyarakat rawan terjadi penularan. Banyak orang berinteraksi dan berkomunikasi. ’’Harus dipastikan bersih dan steril,’’ ujar Khofifah.

Baca juga: Beriterkait antisipasi Wabah Corona di Polrestabes Surabaya

sumber: Jawapos.com

Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Polrestabes Surabaya, Kapolrestabe Surabaya, Kombes Pol Dr Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *