Polres Madiun – Tua, Muda, Pelajar, Mahasiswa, bahkan seorang pekerja bisa saja terpengaruh dengan paham radikal atau orang awam sering kali menyebutnya islam garis keras (Igaras). Sebenarnya tidak ada salahnya bagi seorang anggota muslim untuk mempelajari tentang ilmu agama. Namun akan menjadi salah jika ilmu agama yang kita pelajari itu menyimpang.

Lebih baik mencegah sebelum terjadi. Jumat (28/04/2017) setelah melaksanakan giat Sholat Jumat di Masjid milik Pondok Pesantren Thoriqul Huda Ds.Kedondong, Aiptu Edy Sukantoro tidak lantas meninggalkan masjid begitu saja. Dia masih menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dan bercengkrama dengan pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Huda.

Dalam kesempatan ini Aiptu Edy berpesan agar dalam pemberian materi agama ke para santri, jangan menyimpang serta sesuai dengan ketentuan dalam Qu’an dan Hadist.

“Pondok Pesantren ini kan hanya untuk siswa setingkat sekolah dasar atau MI, jadi pemikiran mereka ini masih sangat polos, masih belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jadi apa yang diterima oleh para santri tentunya akan membekas dan bisa dijadikan patokan atau dasar untuk mereka bertindak. Kalau dalam proses belajar mengajar di selipkan paham paham radikal, ya nantinya para santri juga akan mudah terpengaruh dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan bermsayarakat saat sudah dewasa.” Tutur Aiptu Edy

LEAVE A REPLY