Berakhir Petaka, Kasek Tak Tahu Ada Susur Sungai

Surabaya – Kepala SMPN 1 Turi Tutik Nurdiana menjelaskan, program susur sungai yang dilakukan gugus depan (gudep) sekolahnya adalah program rutin. Namun, dia mengaku tidak tahu bahwa program tersebut diadakan pada Jumat (21/2). Menurut Tutik, susur sungai adalah kegiatan biasa bagi masyarakat Turi. ”Saya kira itu biasa untuk mereka, bukan sesuatu yang khas. Hal itu terjadi di luar dugaan kami,” ungkap Tutik di SMPN 1 Turi kemarin.

Tutik menjelaskan, acara tersebut didampingi tujuh pembina Pramuka yang semuanya adalah guru SMPN 1 Turi. Program susur sungai, jelas dia, sudah ada sejak dirinya belum menjabat kepala sekolah. ”Itu murni kegiatan sekolah,” tambah Tutik yang mengaku baru 1,5 bulan menjadi kepala SMPN 1 Turi.

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara mengunjungi para korban yang dirawat di Puskesmas Turi kemarin (22/2). ”Saya hadir mewakili pemerintah untuk melihat langsung bagaimana penanganan bencana tersebut. Saya juga menemui keluarga korban,” kata Juliari setelah menyambangi pasien dan keluarga korban.

Dia menjelaskan, Kemensos akan memberikan santunan untuk keluarga korban meninggal dunia. Setiap korban meninggal dunia akan disantuni Rp 15 juta. ”Kalau yang luka ditanggung pemda sepenuhnya sampai benar-benar dinyatakan bisa pulang,” tuturnya. Dia juga mendesak dilakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut. Kemensos juga akan menurunkan tim untuk melakukan terapi trauma healing kepada para korban maupun keluarga.

Baca juga: Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: jawapos.com

Kapolrestabes Surabaya. Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *