Penetapan Hari Santri Nasional disahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2015 lalu melalui Keppres Nomor 22 tahun 2015.
Deklarasi Resolusi Jihad yang dilakukan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari di Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945.
Pada saat itu KH Hasyim Asy’ari menyerukan untuk ikut berjuang mencegah tentara Belanda kembali menguasai Indonesia melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA).
Para pejuang menyerang markas Brigade 49 Mahratta yang dipimpin Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.
Serangan ini terjadi selama tiga hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 27 hingga 29 Oktober 1945.
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Kompol Teddy Chandra, S.I.K., M.SI menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri di Kota Surabaya dilaksanakan di dua tempat yaitu di Lapangan Mapolda Jawa Timur dan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur
Lebih lanjut Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Kompol Teddy Chandra, S.I.K., M.SI menambahkan untuk pelaksanaan Upacara Hari Santri 2019 di halaman Mapolda Jawa Timur akan ada penyekatan jalan akses Frontage A. Yani.

JENDRAL MALABY BERSAMA TENTARA JEPANG SETELAH PENAKLUKAN NIPPON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here