Polrestabes Surabaya – Semakin maraknya animo masyarakat bersepeda di Kota Surabaya. Satlantas Polrestabes Surabaya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota merencanakan penerapan pop up bike line atau jalur khusus yang diperuntukkan bagi pesepeda.

“Mengingat warga Kota Surabaya akhir-akhir ini tengah gemar bersepeda. Dengan adanya pop up bike line , setidaknya dapat menjamin keamanan dan ketertiban pesepeda di jalanan kota Pahlawan. Yang sudah dilaksanakan sejak Sabtu malam,” papar Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP. Teddy Chandra, S.I.K., M.Si.

Sabtu malam kita koordinasi dan evaluasi pelaksanaannya dengan Dinas Perhubungan Kota. Sedangkan Minggu pagi (28/06/2020) disiapkan di Jalan Raya Darmo. Rencana kedepan akan dilaksanakan Sabtu malam dan Minggu pagi, keputusan final menunggu hasil evaluasi, tambah AKBP. Teddy Chandra, S.I.K., M.Si.

Lajur khusus tersebut sebenarnya sudah disediakan. Namun, peningkatan aktifitas pesepeda dikota Pahlawan terlihat meningkat. Apalagi saat Sabtu malam di sepanjang Jalan Raya Tunjungan dan Minggu pagi di Jalan Raya Darmo, Satlantas Polrestabes Surabaya bersama Dishub berupaya menambah lebar jalur.

“Biasanya Sabtu malam dan Minggu pagi volume pesepeda di Surabaya meningkat. Supaya mereka aman, kita buatkan jalur yang dibatasi dengan traffic cone. Agar mereka terlindungi dan terpisah dari kendaraan bermotor,” jelas AKBP. Teddy Chandra, S.I.K., M.Si.

Dari data Dishub, sebenarnya Kota Surabaya telah mempunyai jalur khusus sepeda dengan panjang ruas jalan mencapai 15.029 meter. Meliputi, sepanjang Darmo mulai Masjid Al Falah hingga Pandegiling 4.080 meter. Sepanjang Basuki Rahmat dua sisi 1.100 meter. Sepanjang Gubernur Suryo dua sisi 450 meter. Panglima Sudirman dua sisi sepanjang 1000 meter. Yos Sudarso dua sisi 409 meter, berikutnya Pemuda dua sisi 465 meter. Gubeng-Sulawesi hingga Taman Lansia dua sisi 678 meter. Walikota Mustajab 303 meter, Wijaya Kusuma 330 meter dan Frontage A. Yani Sisi Barat (Bank BNI-Royal Plaza) 4.240 meter.

Selain itu, lajur sepeda ini sebelumnya juga telah disiapkan di Jalan Sumatera (Kalimantan hingga TL Gubeng Pojok) 518 meter. Sulawesi (Toko Prima Buah-Taman Persahabatan) 2 sisi 458 meter. Fly Over Gubeng Pojok 130 meter. Prof Dr. Moestopo (Depo Slamet-PDAM Surya Sembada) 280 meter serta Dr. Soetomo sisi selatan (Kantor Wismilak-Taman Korea) 588 meter.

Penambahan lajur tersebut beriimbas pada kenyamanan para pesepeda. Jalur khusus yang disiapkan oleh Pemkot Surabaya sangat memadai. Ditambah denngan adanya pelican crossing untuk penyeberangan para pesepeda ini menjadi lebih aman.

Kasatlantas AKBP. Teddy Chandra, S.I.K., M.Si menyatakan, pihaknya tak mempermasalahkan kegiatan yang saat ini dilakukan oleh warga Kota Pahlawan. Namun tetap menekankan, setiap masyarakat Surabaya harus menjaga protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Tapi yang jelas masyarakat yang bersepeda itu kami himbau tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti tetap menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak yang penting. Disamping himbauan kepada warga Kota Pahlawan, saya juga menghimbau kepada personel Satlantas yang bertugas dilapangan. Jaga kesehatan, tingkatkan imunitas dngan pola hidup sehat. Jaga kekompakan dan kekeluargaan, tetap semanat sesuai program yang digelorakan Satlantas Polrestabes Surabaya, yaitu “Cak Tejo” Cakap Tertib Jogo Suroboyo, tutup Kasatlantas. (tfn.wtksk.9495)

#cakaptertibjogosuroboyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *