Perkumpulan Pemuda di Warkop Dibubarkan Polisi

Surabaya – Anggota Polsek Wiyung Polrestabes Surabaya bersama tiga pilar mendatangi warung kopi (warkop) Kofi Brik di Jalan Menganti Karangan, Wiyung, yang ramai dipenuhi pemuda-pemudi, Minggu (22/3) dinihari.

Polisi, TNI, dan pihak Kecamatan Wiyung memberikan imbauan supaya pengunjung warkop pulang, tidak bergerombol dan tidak begadang hingga dinihari.

Upaya tersebut sebagai antisipasi penularan wabah virus corona atau covid-19 yang sudah mewabah di Indonesia. Apa yang dilakukan Polsek Wiyung ini juga sempat beredar luas dalam video berdurasi 57 detik dan tersebar di grup media sosial (medsos).

Terlihat Kapolsek Wiyung Polrestabes Surabaya, Kompol M Rasyad memberikan imbauan menggunakan pengeras suara dengan lantang.”Kami imbau saat ini para pengunjung untuk meninggalkan tempat ini,” kata Rasyad melalui pengeras suara di depan warkop.

Kapolsek Wiyung Kompol M Rasyad saat dikonfirmasi terkait video imbauan tersebut membenarkan, telah dilakukan Polsek Wiyung di warkop Wiyung bersama tiga pilar. “Benar. Bukan mengusir atau meminta bubar. Tapi kami imbau supaya bisa menjaga kesehatan dan keselamatan dari penyebaran virus corona,” ujar Rasyad kepada Radar Surabaya, kemarin.

Rasyad menambahkan, upaya sosialiasi secara langsung itu akan terus dilakukan. Minimal dua hari sekali di seluruh warkop yang ramai di kawasan Wiyung. “Kami imbau juga agar ada jarak tempat duduk dan warkop tidak buka 24 jam. Supaya pengunjung tidak kelelahan karena begadang,” tegasnya.

Sementara itu imbauan serupa juga dilakukan Polsek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya. Polisi mendatangi tempat-tempat umum, warkop, dan pertokoan. Aparat memberikan imbauan supaya tidak berkerumun.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan sesuai maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz masyarakat diminta patuh kepada kebijakan pemerintah dalam penanganan virus Corona.

“Kami meminta agar seluruh masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri atau disebut dengan social distancing agar dipatuhi untuk mencegah dan penyebaran Covid-19 khususnya di Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Trunoyudo menerangkan, dalam maklumat juga meminta masyarakat tidak melakukan membeli atau menimbun bahan pokok maupun lainnya dalam jumlah banyak. Tak hanya itu masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

Kegiatan yang melibatkan massa yang digelar Minggu (22/3) terpaksa dibatalkan polisi. Pertama, perayaan hari jadi komunitas suporter sepak bola Bonek  Tenggilis bersatu batal digelar karena tidak mendapatkan ijin dari pihak kepolisian.

Termasuk lomba kicau mania yaitu lomba burung kicau di daerah Panjang Jiwo yang sedianya digelar  juga batal.  “Giat masyarakat untuk saat ini  ditiadakan mengingat imbauan seperti edaran walikota dan maklumat Kapolri tentang Penanganan dan pencegahan virus Corona ( covid -19),” kata Kapolsek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya, Kompol Kristiyan Beorbel Martino kemarin.
Baca Juga: Berita Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: Radarsurabaya.jaewapos.com

Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Polrestabes Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *