20 Kali Beraksi, Dua Komplotan Jambret Dihadiahi Timah Panas

by

Surabaya – Dua pencuri motor asal Bangkalan ditembak betisnya oleh Tim Unit Reskrim Polsek Rungkut Polrestabes Surabaya. Tersangka Mukip, 26, warga Gigir, Bligah, Bangkalan, dan Hamzah Sukur, 21, warga Longkah, Galih, Bangkalan.

Keduanya diberikan tindakan tegas karena berusaha kabur saat akan diringkus polisi. Kapolsek Rungkut, Polrestabes Surabaya, Kompol I Gede Suartika mengatakan, tersangka Mukip dan Hamzah terakhir mencuri motor di halaman parkir minimarket Jalan Kyai Abdul Karim, Selasa (18/2/20) malam.

Saat itu aksi keduanya terekam CCTV minimarket. Keduanya beraksi dengan cara merusak kunci setir menggunakan kunci T. Setelah berhasil, tersangka mengoper ke kelompoknya untuk dibawa ke Madura.

“Setelah korban melapor, kami lakukan lidik ciri-ciri tersangka. Kami dapat identifikasi melalui helm pink dan baju yang digunakan tersangka,” ujar Gede di Mapolsek Rungkut Polrestabes Surabaya, kemarin (21/2/2020).

Nah, setelah mencuri, keduanya mampir lagi di salah satu minimarket di Wonorejo, Rungkut. Keduanya lalu disergap olisi di lokasi. “Mereka akan beraksi mencuri motor lagi. Saat ditangkap ditemukan kunci T,” bebernya. 

Saat hendak ditangkap, kedua maling motor itu sempat berusaha kabur. Polisi terpaksa menembak kedua betis kanan tersangka. Dari hasil pemeriksaan, lanjut Gede, tersangka mengaku sudah melakukan aksi pencurian motor di 20 lokasi. “Ada 20 TKP di wilayah Rungkut. Kelompok ini juga pernah memakai mobil dalam beraksi,” terangnya.

Modusnya tersangka, menyewa mobil jenis Honda Mobilio selama dua hari. Kemudian tersangka keliling mencari sasaran dan mengangkut motor hasil curian menggunakan mobil. “Pelaku ada empat sebenarnya. Dua kita tangkap, dua masih buron tapi  identitas sudah dikantongi,” kata Gede.

Tersangka Mukip dan Hamzah mengaku setiap sukses mencuri, motor selalu dibawa ke Madura. “Pulang ke Madura lewat (Jembatan) Suramadu. Langsung diganti untuk plat motor curiannya,” ucapnya.

Keduanya mengaku selalu menyiapkan plat nomor palsu saat hendak beraksi. Hal itu bertujuan untuk mengelabui korban dan aparat. “Belum pernah masuk (penjara),” katanya.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti dua kunci T, satu unit motor sarana, dan satu unit mobil Honda Mobilio sebagai sarana.

Baca juga: Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: radarsurabaya.jawapos.com

Kapolrestabes Surabaya. Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho.