1,5 Bulan Polrestabes Surabaya Ungkap 32 Kg Sabu dan 14 Ribu Pil Ekstasi

Surabaya – Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap penyalahgunaan narkoba hasil tangkapan selama 1,5 bulan. Sebanyak 200 tersangka diamankan dari hasil ungkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dan polsek jajaran mulai Januari hingga Februari.

Untuk barang bukti sebanyak Sedikitnya 32,3 kilo gram sabu, 32,82 gram ganja, 3,8 juta butir pil koplo, 42 butir xanax dan 14 ribu butir pil ekstasi. Hasil ini menjadi pencapaian menonjol dalam awal tahun ini.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, dalam proses pengiriman barang, para bandar narkoba ini menggunakan jalur darat, laut dan udara. Dari catatan yang ada tiga jalur pengiriman narkoba dari Malaysia, Aceh, Batam, dengan tujuan akhir Surabaya dan Madura.

“Jaringan ini mengambil banyak jalur penerbangan untuk mengecoh kepolisian. Karena kalau satu jalur penerbangan akan mudah dibaca oleh polisi. Tujuannya semua mengarah ke Jawa Timur, yaitu Surabaya kemudian ke Madura,” ungkapnya.

Luki menuturkan, ia mengakui jika Jawa Timur ini menjadi salah satu tujuan distribusi segala jenis narkoba. Salah satunya yang menjadi fokus di wilayah Madura. Pihaknya akan meminta bantuan Gubernur Jatim untuk bersama memberantas narkoba ini. Salah satunya dengan membentuk tim khusus baik tingkat polres hingga polda.

“Tujuan akhirnya Sokobanah dan wilayah Madura lainnya. Lapas juga menjadi perhatian kami, kami akan periksa jika memang ada tersangka yang mengaku dikendalikan dari balik lapas,” katanya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, hasil ungkap tersebut yang paling menonjol adalah pengungkapan sabu seberat 25 kilogram sabu serta 12 ribu pil ekstasi.

Penangkapan pertama bermula ketika Unit III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dipimpin kanit dan Wakasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKP Heru mengetahui tersangka M Haririn, warga Burneh, Bangkalan, Madura di sebuah parkiran hotel.

Tersangka ini diduga sebagai kurir narkoba jaringan Malaysia yang hendak mengirim barang. Polisi langsung menangkap tersangka saat berada di parkiran sebuah hotel di Jalan Arjuna, Surabaya.

Tersangka ini akhirnya digelandang ke kosnya di Jalan Karah, Surabaya. . “Kami amankan tersangka dan benar ia menyimpan 12 kilogram sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi,” katanya.

Saat diinterogasi, tersangka Haririn mengaku, jika narkoba tersebut bukan miliknya melainkan milik seseorang bernama Mufta Ali Alfaris, warga Desa Kedung Kandang, Pasuruan. Polsii menggerebek tempat kos tersangka Mufta di Jalan Kebonsari III, Gayungan, Surabaya. Tersangka berhasil ditangkap tapi tidak ada barang bukti narkoba.

Polisi mengkeler keduanya secara terpisah. Haririn dibawa ke rumahnya di Burneh, Bnagkalan, dan menemukan 13 kilogram sabu. Polisi melanjutkan penggeledahan di tempat kosnya Jalan Tambak Asri XVI, Krembangan dan ditemukan 1900 butir pil ekstasi. “Ia sempat mencoba kabur sehingga kami tembak kakinya saat melarkan diri,” tuturnya.

Sementara Mufta mengaku ia masih memiliki barang yang berada di Gayungan. Narkoba tersebut disimpan dalam tas ransel dan sempat dibuangnya saat mengetahui polisi hendak menggerebek kosnya. Benar saja, ada sebauh tas yang tergeletak di pinggir jalan.

Tersangka diminta mengambil namun ia sudah menyimpan senjata tajam dalam tas tersebut kemudian mencoba menyerang petugas. “Kami terpaksa memberikan tembakan tegas terukur pada tersangka. Ia meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit,” ungkapnya. 

Baca juga: Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: radarsurabaya.jawapos.com

Kapolrestabes Surabaya. Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *